Jumat, 17 Juni 2011

Detik-detik Kelahiran Bayi


Setiap mengunjungi teman yang baru saja punya bayi, saya paling senang kalau teman saya itu menceritakan detik-detik proses persalinannya, terutama yang persalinan normal. Karena selalu saja ada hal-hal yang unik dari tiap proses kelahiran bayi, makanya tiap detik proses persalinan adalah momen yang berharga dan tidak akan mudah terlupakan.

Sebenarnya apa sih yang terjadi dan kita rasakan ketika tiba waktunya sang jabang bayi hendak melihat dunia untuk pertama kalinya?

Proses persalinan terbagi menjadi 3 fase. Diawali dengan proses penipisan leher rahim (serviks), disusul dengan proses keluarnya bayi melalui jalan lahir (vagina) diakhiri dengan keluarnya plasenta. Kita bahas satu per satu yuk:

1. Tahap pertama: Penipisan Leher Rahim
Proses ini berlangsung antara 7-14 jam dan terbagi dalam 3 fase, yaitu:
Fase awal: mulai dari bukaan 0 sampai 3, diawali dengan munculnya kontraksi.
Proses ini berjalan secara bertahap kurang lebih selama 8 jam.
Fase aktif: pembukaan mulai dari 3 hingga 9. Kontraksi akan berlangsung lebih lama, lebih kuat dan lebih sering. Proses ini rata-rata berlangsung selama 3-6 jam.
Fase transisi: bisa selesai dalam 20 menit hingga 2 jam saat leher rahim telah terbuka penuh 10 cm.
Saat seluruh bukaan telah atau hampir lengkap, ketuban akan pecah, tapi tak jarang juga ketuban harus dipecahkan. Waspada jika ketuban pecah sebelum waktunya.
Saya sendiri tidak pernah mengalami tahapan pertama secara normal. Dua kali melahirkan saya harus dibantu dengan induksi karena kontraksi tak kunjung saya rasakan sekalipun sudah lewat masa 1 minggu dari perkiraan kelahiran. Dengan diinduksi, saya langsung melompat ke fase aktif, di mana kontraksi yang saya rasakan sangat lama dengan intensitas yang sangat kuat dengan jeda antar kontraksi sangat pendek (kurang dari 1 menit). Hanya saja, proses bukaan dari 0 hingga 10 cm berlangsung cukup singkat, 3 jam untuk kelahiran anak pertama dan 5 jam untuk anak kedua.
Di fase ini, biasanya Anda akan merasakan nyeri yang melingkar mulai dari perut, pinggul hingga punggung. Demikian juga yang saya rasakan waktu kelahiran anak pertama. Waktu anak kedua, selain nyeri di perut, pinggul dan punggung, saya juga merasakan pegal yang luar biasa di daerah pantat, paha dan betis.

2. Tahap Kedua: Keluarnya bayi melalui jalan lahir
Segera setelah jalan lahir terbuka penuh, akan timbul dorongan untuk mengejan dan terus terjadi kontraksi. Prosesnya rata-rata berlangsung 1.5-2 jam pada kelahiran pertama dan biasanya lebih cepat untuk kelahiran berikutnya.
Di sini Anda akan merasa seperti akan buang air besar karena ada tekanan yang besar di daerah anus. Rasa ini bahkan muncul saat bukaan belum penuh. Bidan melarang saya untuk mengejan jika belum bukaan 10 untuk menghindari bengkaknya vagina. Nah, untuk mengurangi dan mengendalikan rasa sakit, bidan akan menyarankan untuk menghirup nafas dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut tiap kali timbul kontraksi dan dorongan untuk mengejan.
Saat kepala bayi sudah terlihat, Anda akan diminta untuk mulai mendorong. Akhirnya dengan satu dorongan terakhir, bayi Anda terlahir di dunia.
Karena sudah kelelahan menahan sakit, saya jadi lupa segala teori mengejan yang saya pelajari saat mengikuti senam hamil. Menurut bidan, tehnik mengejan saya salah karena saya mengejan dari leher. Mungkin itu sebabnya, salah satu bidan membantu mendorong perut saya agar bayi mudah dilahirkan.
Saat kepala bayi keluar, walaupun rasanya seperti tersengat, Anda akan merasakan sensasi yang aneh. Antara nikmat dan lega. (Perasaan ini yang membuat saya ketagihan pingin hamil lagi). Detik Anda melihat si jabang bayi, sekejap itu pula rasa sakit yang dirasakan saat kontraksi beberapa jam lalu musnah sudah.

3. Tahap Ketiga: Keluarnya Plasenta
Tahapan terakhir adalah keluarnya plasenta. Umumnya plasenta akan keluar sendiri dalam waktu 6-15 menit setelah bayi lahir atau juga dengan penarikan tali pusat yang terkendali.

Pada umumnya proses kelahiran anak pertama akan berlangsung lebih lama dibanding proses kelahiran berikutnya.
Namun pada saya malah sebaliknya, mungkin karena saat kehamilan kedua, bayi saya terlilit tali pusar sehingga proses kelahirannya agak sulit walaupun sudah bukaan 10.
Tapi keduanya tetap berkesan, ditambah lagi saya dibantu oleh dokter yang berbeda di rumah sakit yang berbeda pula.
Walaupun detik-detik kelahiran anak-anak kami tidak sempat dilihat melalui lensa kamera, namun ingatan akan saat-saat melahirkan senantiasa lekat dalam memori. Karena saat-saat itulah saat yang paling berharga dalam hidup saya. Saat Tuhan menganugerahkan kehidupan baru dalam pernikahan kami dengan kehadiran bayi yang sehat dan lucu. Sungguh rasa syukur kami tak terkira...

Sumber: Baby Guide (Max Media) dan pengalaman pribadi.

Sebaiknya baca juga yang ini: Tanda-tanda Kelahiran Semakin Dekat

Gambar diambil dari sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon tinggalkan kritik, saran dan komentar untuk perbaikan konten blog ini.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, hanya nisankah yang akan kita tinggalkan? (Papa/H. Slamet Sulaiman)