Kamis, 08 Desember 2011

Rambak, Solusi Maag Yang Enak


Bukan karena saya pingin kurus atau ingin membentuk badan, saya lantas mulai jarang makan saat istirahat siang. Lha wong berat badan saya cuman 47 kg, tinggi 157 cm kok, jadi nggak mungkin kan mau saya kuruskan lagi.

Lebih tepatnya, saya mulai sering meninggalkan kantin setelah Lebaran. Alasannya, apalagi kalau bukan karena kecanduan internet? Setelah saya mulai belajar membuat blog, apalagi setelah bergabung dengan Asian Brain, saya mulai merasa waktu 24 jam sehari tidak cukup. Akhirnya, waktu makan sianglah yang menjadi korban.

Waktu yang hanya 1 jam itu saya manfaatkan untuk membaca, menulis, mencari referensi, update website, dan lain-lain. Sebulan kemudian, aktivitas saya bertambah, yakni mengkonsep usaha pembuatan coklat praline (silahkan lihat websitenya, cuman saat ini memang masih acakadul). Walhasil, makan siang semakin saya lupakan, jam tidur pun mulai jauh berkurang. Mengapa? Tentu saja karena waktu 1 jam di siang hari masih di rasa kurang, jadi saya mulai sering melekan atau bangun jauh sebelum dini hari.

Tapi saya merasa baik-baik saja, bahkan saya merasa jauh lebih hidup daripada sebelumnya. Saya tidak lemas, juga tidak pusing. Hari Senin-Sabtu, jam 7 pagi sampai 3 sore, saya bekerja di pabrik seperti biasa, malah dengan semangat kerja yang jauh lebih membara dibanding sebelumnya. Hari Minggu pun saya gunakan untuk bekerja, biasanya untuk membuat pesanan coklat.

Namun ternyata badan saya tidak sejalan dengan kemauan hati dan pikiran saya. Akhir Desember lalu, saya terserang Maag yang seumur hidup saya belum pernah merasakan.
Alamak, ternyata sakitnya luar biasa. Obat maag yang dibelikan suami saya pun tidak bisa mengatasi, akhirnya saya terpaksa terkapar di ranjang poliklinik. Dan yang paling menyiksa, saya terpaksa menjauhi sambal pedas favorit.

Seorang rekan kerja yang mengetahui keadaan saya menyarankan saya untuk makan kerupuk rambak (kerupuk dari kulit sapi). Awalnya tidak saya pedulikan, namun karena 3-4 teman kantor mengatakan hal yang sama, akhirnya saya coba juga. Mengingat saya sudah mulai putus asa, karena beberapa hari lagi, saya harus mengikuti jadwal training Outbound Leadership di Batu, akhirnya saya beli sebungkus rambak di Mini Market.

Dan ternyata hasilnya instan !!!!

Setelah saya makan habis sebungkus kecil kerupuk rambak, perut saya tidak lagi terasa ditusuk-tusuk. Rasa sakitnya hilang tak berbekas, sampai sekarang ....Hore.... Selamat tinggal sakit maag.

Namun sejak kejadian itu, sekarang saya insap. Apalagi setelah mengecek berat badan saya yang tinggal 42 kg, turun 5 kilo looo....

Sekarang saya mulai makan siang lagi. Jam tidur pun mulai diatur. Saya pun mulai memanjakan diri lagi di hari Minggu, satu-satunya hari libur yang saya punya. Pendek kata, saya kapok kena sakit Maag.

Bagi yang punya masalah dengan Maag, solusi kerupuk rambak bisa dicoba.
Bagi yang belum pernah punya masalah dengan Maag, walaupun kerupuk rambak itu enak, mendingan jangan pernah kena deh....


Semoga bermanfaat

Senin, 26 September 2011

Trik Shalat Tahajjud


Bagi para pembaca yang sudah bisa melakukan shalat tahajjud secara istiqomah, sebaiknya tidak perlu melanjutkan membaca tulisan ini, karena tulisan ini sebenarnya diperuntukkan bagi para new comer di “dunia malam”. Lebih tepatnya sepertiga malam di mana saat itulah saat-saat eksklusif untuk lebih mendekatkan diri pada Allah, saat di mana permohonan ampun dan tobat kita didengarNya, saat di mana hajat dan keinginan kita dikabulkanNya dan saat di mana doa kita lebih ijabah.

Sekedar diketahui saja, saya ini juga pendatang baru di “dunia malam”. Bukan apa-apa, walaupun saya menjadi orang Islam selama 30 tahun lebih, namun yang namanya shalat Tahajjud itu kok rasanya beraaat banget dijalani. Padahal saya sudah tau fadhilah atau keutamaan-keutamaan shalat tahajjud sebagaimana yang banyak diajarkan di hadits-hadits, seperti hadits Qudsi yang satu ini:

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda, “Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi setiap malam turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Barangsiapa yang memohon kepadaKu, maka Aku perkenankan. Barangsiapa yang memohon kepadaKu maka Aku beri dan barangsiapa yang memohon ampun kepadaKu, maka Aku ampuni” (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)

Nah mengapa tidak bisa istiqomah padahal reward bagi orang yang melaksanakan shalat tahajjud ternyata sangat luar biasa? (kalau saya sih tertarik dengan bagian pengampunan atas dosa-dosa, soalnya dosa saya banyak). Kendalanya apa lagi kalau bukan malas dan mengantuk?

Padahal setiap akan tidur sudah niat ingin shalat tahajjud, niatnya pun sudah dikuatkan dengan menyetting alarm pukul 2 atau pukul 3 dini hari dan meletakkan alarm jauh dari bantal agar memaksa tubuh lepas dari kasur. Namun saat waktunya tiba, alih-alih pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, alarm yang berdering-dering tersebut cuma di-turn off lantas kembali lagi ke pulau kapuk sambil dalam hati berbisik “5 menit lagi ah”. Begitu tiba waktu Shubuh, baru menyesal kenapa tadi kok tidak langsung shalat. (Ini pengalaman pribadi sih, mungkin pembaca juga ada yang mengalami hal semacam itu? Hayo ngaku).

Nah, saya ingin berbagi 1 trik agar shalat tahajjud ini bisa dilaksanakan secara istiqomah dan ini sudah dipraktekkan oleh suami saya (beliau nyaris tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud, setidaknya itu yang saya lihat selama menjalani biduk rumah tangga bersamanya). Hanya saja cara ini memiliki resiko yang cukup tinggi, pembaca boleh menimbang-nimbang untuk mengikutinya atau tidak.

Jadi yang dilakukan suami saya adalah sengaja meninggalkan shalat Isya dan langsung berangkat tidur. Tentu saja alarm ponselnya sudah disetting agar setiap hari berbunyi pukul 2 dini hari. Pukul 2 saat alarmnya berbunyi, suami saya otomatis langsung bangun dan menuju ke kamar mandi. Ya apalagi kalau bukan untuk berwudhu dan menunaikan kewajiban shalat fardhunya. Nah, sekalian muka sudah seger dan ngantuk sudah hilang, dia lanjutkan dengan shalat tahajjud, shalat hajat dan shalat witir. Kita semua tahu shalat wajib adalah hal yang pertama kali dihisab di akhirat nanti kan? Suami saya pun tahu persis akan hal itu, makanya beliau memanfaatkan ketakutan meninggalkan shalat fardhunya untuk bisa lepas dari peraduan dan menjalankan shalat malam.

Namun resikonya jelas, jika tertidur maka taruhannya adalah tertinggal kewajiban fardhunya. Resiko kedua adalah kehilangan fadhilah shalat Isya berjama’ah atau fadhilah shalat fardhu tepat waktu.

Awalnya saya kurang suka dengan kebiasaan suami saya karena sudah terbiasa untuk menuntaskan kewajiban shalat Isya sebelum tidur. Saat saya diskusikan masalah ini dengan suami saya, beliau menjelaskan bahwa yang dia lakukan hanyalah latihan menjadi hamba level 3 di ranah shalat malam (ini menurut versinya sendiri). Level 1 adalah mereka yang shalat tahajjud dilakukan sebelum tidur (supaya aman dan tidak kuatir lewat jika ketiduran), Level 2 adalah yang seperti dilakukan suami saya, sedang level 3 adalah mereka yang shalat Isya’ tepat waktu kemudian tidur lantas bangun di sepertiga malam terakhir untuk berjumpa dengan sang Khaliq.

Setelah diskusi panjang lebar, saya pun merenung. Saya tahu saya tidak berhak menghakimi apakah yang dilakukan suami saya benar atau salah (wong ilmu saya masih sangat terbatas). Ia melakukan itu karena keinginannya yang sedemikian tinggi untuk menjalankan shalat malam, namun ia menyadari keterbatasannya sebagai manusia biasa yang bisa kalah oleh rasa penat dan mengantuk.

Akhirnya saya pun mencoba apa yang dilakukannya walau di awal-awal malah saya sulit tidur karena masih kepikiran belum shalat Isya’. Namun akhirnya dengan cara ini kami malah bisa shalat Isya berjamaah karena sama-sama menjalankannya pukul 2 atau 3 pagi (sebelumnya kami tidak bisa berjamaah karena suami hampir selalu pulang lewat jam 8 malam). Akhirnya shalat tahajjud jadi nyaris tidak pernah kami lewatkan.

Nah silahkan pembaca menilai sendiri apa yang telah kami lakukan. Saya sadar bahwa saya dan suami saya hanyalah manusia biasa, namun kami hanya ingin berusaha mendekati apa yang telah dilakukan oleh orang-orang sholeh, yakni memiliki momen-momen eksklusif antara hamba dan Penciptanya. Pasti pembaca juga tahu bahwa itu tidak mudah karena kita harus berjuang keras melawan kantuk. Namun kami berharap, “latihan” yang kami lakukan akan berdampak pada pembiasaan jam tubuh untuk bangun secara otomatis pada pukul 2 atau 3 dini hari. Sehingga nantinya tanpa harus secara sengaja meninggalkan shalat Isya’, alarm tubuh sudah teraktivasi tepat saat Allah datang di sepertiga malam terakhir, eksklusif hanya untuk hamba-hambaNya yang masih terjaga dan bermunajat kepadaNya. Insya Allah....

..... “Jika hambaKu mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil” (Hadits Qudsi diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ditakhrij oleh Tirmidzi)

Sabtu, 24 September 2011

Alasan Agar Semakin Mantap Berjilbab


Memakai jilbab sudah merupakan kewajiban seorang muslimah seperti yang telah diperintahkan Allah pada kedua ayat ini:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Ahzab:59)


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur:31)

Namun, jika ayat di atas masih belum cukup untuk menggerakkan hatimu mulai mengenakan jilbab, yuk lihat lagi alasan-alasan di bawah ini supaya hati semakin mantap berjilbab.

1. Moslem identity
Dengan menggunakan jilbab, orang akan langsung tahu bahwa kita adalah seorang muslimah. Jadi kita tidak akan ditanya lagi apakah kita merayakan Natal atau Idul Fitri, apakah kita ke masjid atau gereja, apakah kita puasa atau tidak. Pertama kali saya me”launching” penampilan baru saya dengan jilbab adalah saat diundang pada perayaan Natal di kantor. Saya memang datang dengan niat untuk menghormati yang mengundang, tapi saya sengaja berjilbab agar yang lain tahu niat kedatangan saya yang bukan untuk beribadat melainkan untuk sekedar menghormati teman-teman yang merayakan Natal, dengan begitu saya tidak akan dilibatkan dalam acara ibadah mereka. Kebetulan ada 1 orang teman lagi yang juga berjilbab dan kami duduk di barisan paling belakang. Karena berjilbab, kami tidak diminta memegang lilin saat semua hadirin berdiri untuk menyanyikan lagu “Malam Kudus”. Malam itu adalah pertama dan terakhir kalinya saya menghadiri acara Natal, sekaligus menjadi malam yang tak terlupakan karena keesokan harinya saya sudah memakai kerudung sebagai pengganti topi yang selalu bertengger di kepala saya.

2. Mencegah gangguan lawan jenis
Memakai jilbab otomatis pakaiannya pun pasti tertutup kan? Sangat tidak lazim Jika ada yang menggunakan rok mini lantas berjilbab. Nah, jilbab kita secara tidak langsung akan menjadi perisai diri terhadap gangguan pria, mulai dari sekedar zinah mata hingga perilaku yang brutal semacam pelecehan seksual (Na’udzubillahimindzalik).

3. Menjadi rem perilaku
Kalau berjilbab, pastinya kita malu dong kalau mau berperilaku yang kurang senonoh. Mulai dari duduk dengan mengangkangkan kaki misalnya, sampai berasyik masyuk dengan lawan jenis. Jilbab kita sedikitnya akan membuat kita sungkan untuk mengumbar kelakukan buruk kita di depan umum.

4. Menyebarkan salam
Coba deh kalau berjumpa dengan cewek yang tidak berjilbab (apalagi cantik), pasti banyak cowok akan menggoda dengan bersuit-suit, yang lebih parah lagi kalau sampai main colek-colek. Nah kalau kita berjilbab, boro-boro mau nyolek, alih-alih bersuit-suit mereka kebanyakan akan bilang “Assalammualaikum...”, wah dapat bonus pahala lagi kalau kita membalas salam mereka “Wa’alaikum salam”

5. Tidak akan mengurangi daya tarik
Rambut yang indah, kulit yang mulus atau bentuk tubuh yang aduhai memang memiliki daya pikat yang ampuh. Namun daya pikat itu sebenarnya bersifat semu dan sementara. Sampai kapan rambut hitam kita akan terus hitam? Sampai berapa lama kulit kita akan terus mulus dan kencang? Namun akhlak yang cantik tidak hanya akan memikat manusia, melainkan juga malaikat dan bahkan juga Allah ta’ala sehingga kita akan menjadi salah satu dari kaumNya yang diberkati. Salah satu hal untuk menunjukkan kecantikan akhlak muslimah adalah dengan keikhlasannya menanggalkan aksesoris duniawi, yakni dengan menutup aurat dengan baju khas muslimah dan jilbab. Daya tarik perempuan berjilbab bukan sekedar daya tarik ragawi yang bersifat sementara, namun daya tarik lain yang bersifat abadi.

6. Praktis
Sekarang ini sudah banyak kok jilbab-jilbab instan yang langsung dipakai. Kalau dulu kita hanya mengenal istilah jilbab minang yang mirip mukenah, saat ini jilbab-jilbab cantik dan gampang dipakai sudah sangat mudah dijumpai. Jadi kita tetap bisa tampil percaya diri walaupun berjilbab. Jika tadinya kita senang mendandani rambut dengan jepit atau aksesori lain, kita pun masih bisa menghiasi jilbab dengan pita, jepit, peniti, pin bando atau bandana yang tidak kalah cantik.

7. Jilbab bukan penghambat aktivitas
Saat ini sudah ada baju renang muslimah, tetap tertutup, tidak ketat tapi tetap nyaman dipakai berenang. Banyak juga para muslimah yang menjadi atlet bela diri.
Sekedar sharing pengalaman, saya sendiri kebetulan bekerja di sektor manufaktur di mana semua karyawannya laki-laki. Waktu awal masuk kerja dulu memang belum berjilbab, tapi akhirnya Allah memberi hidayah berupa rasa malu yang kian hari kian kuat, saya memakai pakaian biasa (seragam kerja) tapi saya merasa telanjang jika tidak berjilbab. Akhirnya saya putuskan untuk mulai berjilbab walaupun saat itu masih masa percobaan. Saya memang sempat disindir oleh atasan-atasan saya (yang semuanya kebetulan non muslim) atas penampilan baru saya, tapi saya cuek saja dan berusaha membuktikan bahwa yang saya lakukan hanyalah menjalankan kewajiban agama dan itu tidak akan mempengaruhi kinerja saya yang memang banyak aktifitas fisik di lapangan. Sekarang saya sudah semakin mantap berjilbab dan merasa agak menyesal mengapa tidak sejak dulu saya lakukan.

Setiap wanita memang ditakdirkan untuk memiliki keinginan mempercantik diri termasuk menunjukkan perhiasan dan kecantikannya di hadapan khalayak. Dengan berjilbab, kita tidak hanya akan menjadi cantik tapi juga cantik yang sesungguhnya. Dengan berjilbab, tidak hanya cinta orang-orang sholeh saja yang kita dapatkan, tetapi juga cinta Allah SWT. Insya Allah.
Wallahu ‘alam bissawab.

Jumat, 23 September 2011

Hadits Tentang Wanita

Kumpulan hadits yang saya dapat dari teman sekantor ini membuat saya bersyukur dilahirkan sebagai seorang perempuan (walaupun saya tidak tahu kekuatan hadits-hadits ini):

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya.Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

10. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.

11. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab rasulullah, "Suaminya. "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah, "Ibunya".

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

Seandainya saya dilahirkan kembali, saya lebih memilih untuk dilahirkan sebagai seorang perempuan, tak peduli kata orang bahwa penghuni neraka kebanyakan adalah wanita....

Senin, 12 September 2011

Breastfeeding Guide


Ditengah maraknya arus informasi, saya rasa para ibu menyusui membutuhkan panduan yang tepat agar tidak terjebak dalam informasi yang salah, terutama mengenai mitos dan fakta seputar menyusui. Tulisan ini adalah review singkat 2 buku mengenai panduan menyusui yang diterbitkan oleh sebuah organisasi internasional di bidang laktasi.

1. "The Womanly Art of Breastfeeding"

Manfaat menyusui sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, menyusui adalah cara yang paling baik dan paling sehat untuk memberi nutrisi pada bayi. Untuk itulah, "La Leche League" menerbitkan sebuah panduan standard untuk mengedukasi para ibu dalam kegiatan alami demi generasi mendatang.

La Leche League sendiri adalah sebuah organisasi internasional yang bersifat nonprofit dan didedikasikan untuk menyediakan informasi dan edukasi seputar pentingnya menyusui, baik bagi Ibu dan bayi.(Leche berarti susu dalam bahasa spanyol)

Buku ini telah diperbaharui, menyesuaikan kondisi dan gaya hidup para ibu masa kini, mulai dari ibu yang tinggal di rumah, ibu bekerja, single mother dan ibu dari bayi kembar. Buku ini berisi nasehat, cerita dan informasi seputar menyusui, mulai dari persiapan menyusui saat masa kehamilan, posisi menyusui, asi perah dan penyimpanan asi perah dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan foto.

Secara garis besar, informasi yang bisa Anda dapatkan di sini meliputi:
1. Bagaimana menyusui dengan nyaman, mulai dari menghindari puting lecet hingga bagaimana menikmati pengalaman membangun bonding antara anda dan si kecil.
2. Wawasan baru mengenai teknik "latching", serta jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan mengenai breastfeeding.
3. Strategi bagi para ibu yang memilih menyusui dalam jangka pendek atau yang merencanakan menyusui hingga 1 tahun atau lebih.
4. Informasi mengenai menyusui setelah tindakan operasi sesar atau komplikasi saat persalinan.
5. Data ilmiah terkini mengenai manfaat menyusui jangka panjang.
6. Tips-tips untuk membangun jaringan support, di rumah atau saat bekerja.
7. Menyusui bayi berkebutuhan khusu, bayi premature atau bayi kembar.
8. Panduan seputar kesehatan payudara, kenaikan berat badan, kolik, depresi postpartum, alergi makanan dan obat-obatan.
9. Referensi lanjutan melalui internet, termasuk situs support dan grup La Leche League.

Saat Ibu melahirkan, mereka membutuhkan cara yang alami, sehat dan baik untuk tumbuh kembang sang bayi. Dan cara yang terbaik untuk mengawalinya adalah dengan menjadikan “Womanly Art of Breastfeeding” sebagai panduan.

Klik link di bawah ini untuk membeli:
The Womanly Art of Breastfeeding (La Leche League International Book)Parenting & Families Books)


2. “The Breastfeeding Mother's Guide to Making More Milk”

Banyaknya mitos dan fakta mengenai penyebab banyaknya ASI yang dihasilkan tentunya membuat sebagian Ibu kebingungan. Nah, buku ini menerangkan secara komprehensif mengenai bagaimana meningkatkan supply ASI.

Ditulis oleh 2 orang ahli yang memang telah berpengalaman dan direkomendasikan secara resmi oleh La Leche League International, buku ini membahas riset-riset dan penemuan terbaru penyebab rendahnya supply ASI, bagaimana tubuh seorang Ibu memproduksi ASI dan sejauh mana kontribusi bayi terhadap supply ASI.

Dari buku ini, Anda akan memperoleh informasi mengenai:
1. Menentukan apakah bayi sudah mendapat cukup ASI
2. Memaksimalkan produksi ASI
3. Mencari penyebab rendahnya supply ASI
4. Meningkatkan supply ASI dengan cara-cara efektif, termasuk memompa, konsumsi herbal, makanan dan terapi alternatif.
5. Menyusui eksklusif dengan pompa ASI, menyusui bayi prematur atau bayi kembar dan proses relaktasi.

Saya rasa buku ini wajib dimiliki sebagai panduan para ibu menyusui.

Klik link di bawah ini untuk membeli:
The Breastfeeding Mother's Guide to Making More Milk: Foreword by Martha Sears, RNChild Care Books)


Minggu, 11 September 2011

2 Alasan Mengapa Mengkonsumsi Makanan Organik


Makanan organik, banyak hal yang pro dan kontra mengenainya. Hal ini sangat wajar mengingat harga makanan organik yang bisa beberapa kali lipat dibanding makanan konvensional, yang mana membuat konsumen memikirkan benefit apa yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsinya.

Issue yang banyak beredar adalah apakah memang makanan organik merupakan pilihan yang lebih sehat, terutama saat makanan organik mulai diperkenalkan di sekitar tahun 1990. Banyak orang yang menyikapinya dengan skeptis mengenai kelebihan makanan organik karena belum banyak penelitian mengenai kandungan nutrisi pada makanan organik. Di sisi lain, belum banyak juga penelitian yang mengungkap bahaya bahan-bahan kimia yang terkandung dalam makanan konvensional.

Inilah 2 isu penting tentang keuntunganmengkonsumsi makanan organik:
1. Kandungan nutrisi makanan organik
Menurut penelitian-penelitian mengenai kandungan vitamin, nutrisi dan mineral pada makanan organik dan non organik, ternyata ada perbedaan kandungan nutrisi yang cukup signifikan, di antaranya:
* Chromium: mencegah pengerasan pembuluh darah arteri dan diabetes tipe 2
* Calcium and Boron: membangun tulang yang kuat dan mencegah osteoporosis.
* Lithium: anti depresan.
 * Salicylic Acid: anti inflamasi yang mencegah penyakit jantung.
* Antioxidants: mencegah kerusakan sel.
 * Magnesium: membantu mencegah kematian saat serangan jantung.
* Selenium: mencegah serangan jantung dan kanker.
* Vitamin C: membangun system kekebalan tubuh.

 2. Bahan kimia beracun yang terkandung dalam makanan konvensional.
Bahan kimia bisa berasal dari residu pest control, pupuk sintetis dan food additive. Tidak hanya membawa dampak negatif pada tanah dan lingkungan sekitar, namun juga bisa membahayakan manusia. Bahan makanan organik yang diteliti ditemukan kandungan bahan kimia, logam berat, solvents dan hormon sintetis yang mana bahan-bahan tersebut diduga sebagai pemicu kondisi-kondisi di bawah ini:
* kanker
* penyakit jantung
* osteoporosis
* migrain
* hyperactivity
* penurunan kecerdasan
* gangguan pendengaran
* gangguan pertumbuhan saat masa kanak-kanak
* anemia
* Alzheimer's
* multiple sclerosis
* pubertas dini

Walau hanya ada 2 isu mengenai keuntungan mengkonsumsi makanan organik, namun bagi saya itu sudah menjadi alasan yang cukup untuk mulai beralih ke makanan organik. Minimal demi kebaikan diri sendiri dan keluarga.

Sabtu, 10 September 2011

Surat Untuk Gadis Kecilku

Gadis kecilku sayang,

Melihatmu yang mengenakan seragam sekolah TK barumu hari ini membuat ingatan Mama melayang-layang melakukan kilas balik ke lebih dari 4 tahun lalu saat kelahiranmu.

Semenjak engkau hadir di antara pernikahan kami, kehidupan Mama dan Papa berubah total. Tentu saja Mama dan Papa tidak bisa lagi sebebas dulu, bekerja hingga larut malam, kongkow-kongkow bersama kawan-kawan, berwisata kuliner atau sekedar nonton film di bioskop. Kami juga tidak bisa lagi seenaknya membelanjakan uang karena harus lebih hati-hati merencanakan keuangan demi masa depanmu.

Namun apa yang kami rasakan saat itu justru kebahagiaan yang tiada terkira. Tidak semua pasangan suami istri diberikan karunia oleh Allah untuk melihat seorang bayi mungil, sehat nan cantik bak malaikat terbaring di antara kami.

Kamu yang masih bayi dulu begitu tergantungnya pada kami, terutama pada Mama karena kamu masih menyusu. Kamu yang mungil dan begitu tak berdaya membuat Mama tidak berani memejamkan mata jika kamu sedang terjaga. Itulah makanya mengapa berat badan Mama cepat kembali normal setelah melahirkan, salah satunya karena sering melekan menjagamu.

Namun sekali lagi, beratnya melekan tiap malam tidak sebanding dengan kesenangan yang Mama rasakan selama menjadi ibumu. Mama senang sekali menggendongmu di bahu, kalaupun melorot, kepalamu pas sekali berada di antara leher dan tulang belikat. Mama senang mencium aroma keringat di leher dan tengkukmu, terutama kalau menjelang mandi. Mama senang melihat telapak tangan mungilmu yang bak bintang laut. Mama juga senang mendekatkan hidung Mama ke mulutmu yang menguap, menikmati harumnya aroma rongga mulutmu.

Itu dulu sayang,

Waktu kamu masih bayi. Kini bayi mungil itu sudah bukan bayi lagi. Sudah beranjak besar dan tanpa Mama sadari, kamu sudah menjadi seorang gadis kecil. Kamu memang masih berpegang pada tangan Mama, tapi itu sesekali. Karena kamu mulai bersosialisasi dan bergaul dengan teman-teman sebayamu, kamu mulai lebih senang bermain bersama mereka ketimbang bersama Mama.

Terkadang ada rasa kangen, dan juga cemburu melihatmu yang mulai mandiri. Kangen pada momen-momen eksklusif kita berdua. Juga cemburu pada kawan-kawanmu yang lebih bisa membuatmu tertawa riang dibanding dengan Mama.

Tapi Mama sadar, Mama hanya seekor induk burung yang sedang mengajari anaknya terbang. Dan kamu adalah anak burung itu. Mama tahu suatu saat Mama harus melepasmu terbang dengan sayapmu yang indah. Menantang langit menuju cakrawala yang tak berbatas.

Kini Mama kembali ke saat ini, saat engkau mencium punggung tangan Mama dan berjalan mantap menuju sekolah TK-mu seorang diri. Tak sekalipun engkau menoleh lagi, matamu yang bulat dihiasi bulu mata yang lentik menatap sosok lain di ujung sana, guru-gurumu dan kawan-kawanmu. Mama kini bukan satu-satunya orang yang berarti dalam hidupmu.

Namun jangan salah pengertian sayang,

Mama tidak sedih. Sebagaimana bahagianya Mama saat perjumpaan pertama kali denganmu, kini Mama malah semakin bahagia. Melihat bayi kecil itu tumbuh sehat, riang dan cantik menjadikan Mama merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.

Momen hari pertamamu di TK menyadarkan Mama akan bebasnya jiwamu. Mama sadar kamu bukanlah sekedar anak Mama, melainkan seorang manusia yang utuh. Mama sadar, yang bisa Mama lakukan hanya mengajarkanmu terbang, tapi Mama tidak bisa menentukan ke mana arah terbangmu. Engkau pribadi yang berbeda, ciptaan Tuhan yang unik, yang punya keinginan dan mimpi sendiri akan kehidupan. Karenanya, Mama yakin akan sangat berbahagia saat tiba waktunya Mama berkata: “Terbanglah burung kecilku, terbanglah yang jauh dan tinggi menggapai semua mimpimu...”

Dan jika setelah terbang, engkau butuh tempat untuk kembali, maka Mama akan selalu berada di sini, di sarang kecil kita, menunggumu...seperti saat awal-awal kehidupanmu.

(Dipersembahkan untuk semua ibu yang luar biasa tabah membesarkan dan mendidik anak-anaknya, walau banyak duri dan batu yang menghadang).

Kehamilan Pertama

Menghadapi Kehamilan Pertama

Selamat Ya, akhirnya apa yang ditunggu-tunggu semenjak pernikahan datang juga. Ya, saat ini Anda telah dinyatakan positif  mengandung dan 9 bulan ke depan Anda akan memperoleh banyak pengalaman baru selama menjalani kehamilan pertama.

Bahagia, lega, bersyukur dan tentunya was was. Begitu kira-kira rasanya saat saya mengalami kehamilan pertama dulu. Tentunya bukan saya saja,  hampir semua calon ibu juga mengalami perasaan yang sama. Senang campur khawatir.

Tapi tidak apa, itu wajar kok. Karena kehamilan pertama kan hal yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Pasti dalam perjalanannya akan timbul banyak pertanyaan: kok gini ya? Normal nggak sih? Ini boleh nggak ya?

Nah, kunci agar proses kehamilan pertama menjadi pengalaman yang menyenangkan ada 3:
  1. Komunikasi
Bicarakan segala hal yang berkaitan dengan kehamilan pertama Anda dengan orang terdekat: suami, orang tua, teman dan dokter kandungan.
Karena pengaruh badai hormon yang tidak terkendali, emosi seorang wanita hamil biasanya menjadi tidak seperti biasanya. Anda bisa saja mudah tersinggung atau menangis tanpa sebab.
Bagilah perasaan Anda dengan keluarga agar mereka bisa lebih memahami dan menjaga perasaan Anda. Ingat lho, rasa sedih yang berketerusan akan berdampak pada kondisi jiwa si kecil kelak.

  1. Informasi
Biasanya pada kehamilan pertama, Anda akan dianggap sebagai orang yang hijau dan belum tahu apa-apa. Sehingga nantinya akan banyak orang-orang yang memberikan masukan atau saran. Informasi-informasi itu bisa jadi membingungkan bagi Anda, misalnya: “kalau hamil jangan makan cabe lho, nanti bayinya belekan”. Nah lho, apa hubungannya coba antara cabe dan belekan. Atau “supaya kulit bayinya putih, banyak-banyak minum susu kedelai ya”. Nah, kalau bapak ibunya negro apa ya anaknya bisa putih kalau ibunya minum susu kedelai?
Namun tidak masalah, terima saja saran-saran yang Anda dapatkan namun lakukan kroscek dengan sumber-sumber lain, misalnya dengan dokter kandungan untuk memastikan kebenaran info yang Anda dapatkan.
Selain itu, carilah informasi sebanyak mungkin lewat berbagai media agar Anda lebih well informed, misalnya:
-          Majalah
-          Buku
-          Mailing List
-          Internet
  1. Sugesti
Nah, ini yang menurut saya paling penting. Ada orang hamil yang “bandel”, alias tidak mengalami keluhan apa-apa, namun ada juga yang sepanjang hamil mengalami macam-macam keluhan, mulai dari mual berkepanjangan, sakit kepala, lesu, dan macam-macam lainnya.
Separah apapun kondisi saat hamil atau setidak nyaman apapun kehamilan pertama Anda, tetap hadapi dengan gembira. Katakan di depan cermin tiap Anda bangun pagi: “Aku hamil dan aku bahagia”. Insya Allah, pikiran ini akan membantu Anda menghadapi segala ketidakenakan selama hamil.
Jangan kuatir tubuh Anda yang membengkak membuat Anda kehilangan rasa percaya diri, tanamkan dalam benak Anda bahwa Anda terlihat makin seksi dengan perut membuncit.

Terakhir, serahkan dan pasrahkan pada Tuhan, karena apapun yang terjadi, pertolongan akan datang dari-Nya jika kita kerap meminta.

Artikel terkait yang perlu Anda lirik juga:
2.      Morning Sickness
5.      Memperkirakan Jenis Kelamin Bayi (yang ini jangan diseriusin, buat hepi-hepi aja)

Senin, 05 September 2011

Belajar Internet Marketing di Asian Brain

Bagi saya yang sangat awam dengan dunia internet apalagi perbloggingan, menemukan seorang tutor menjadi hal yang sangat penting. Selama hampir 6 bulan terakhir ini saya mengutak-atik blogspot secara otodidak, di samping untuk belajar menulis juga untuk berbagi banyak hal tentang dunia saya. Saya juga rajin melakukan blogwalking plus bertanya pada teman-teman yang lebih dulu menjadi blogger. Namun yang terjadi adalah saya semakin pusing tujuh keliling dan semakin kehilangan arah.

Harus mulai dari mana? Itulah pertanyaan yang paling mendasar yang tidak pernah bisa saya temukan jawabannya, even setelah mengunjungi blog-blog yang menyediakan informasi tutorial atau tips-trik blogging. Akhirnya, setelah mutar muter ke sana ke mari, secara tidak sengaja saya mengklik sebuah link di sebuah website (website milik siapa juga saya sudah lupa) yang berbunyi “sukses berbisnis online”, ternyata link itu menyambungkan saya ke Asian Brain Internet Marketing Center, sebuah tempat pembelajaran internet marketing yang didirikan oleh Anne Ahira, wanita kelahiran Bandung yang usianya nggak jauh beda dengan saya.

Entah mengapa saya langsung tertarik pada Asian Brain dan langsung memutuskan untuk join di hari itu juga, apalagi kan bulan pertama gratis, sekalian untuk menimbang-nimbang apakah saya mau melanjutkan ke bulan berikutnya atau tidak. Tanggapan yang bersahabat dari tim support Asian Brain akhirnya membuat saya memutuskan untuk melanjutkan ke member berbayar tidak sampai satu bulan kemudian, karena saya tidak sabar untuk mempelajari internet marketing. Kebetulan biayanya juga masih terjangkau dan sangat reasonable.

Motivasinya apalagi kalau bukan karena ingin mendapatkan pembaca (baca:pengunjung) sebanyak mungkin? (Yang ujung-ujungnya ya mendapatkan income hehe...). Soalnya saya kan memang bercita-cita untuk mengakhiri karir sebagai karyawan dan kembali ke fitrah sebagai ibu yang bisa dibanggakan anak-anak dan menjadi istri yang bisa dibanggakan suami.
Kini saya sudah hampir satu bulan menjadi murid Asian Brain, dan semakin yakin bahwa keputusan saya tidak salah. Memang ilmu yang didapat di Asian Brain bisa diperoleh secara gratis di internet, namun berhubung saya pendatang baru di dunia maya, saya butuh alat belajar yang runut seperti yang sudah disiapkan di Asian Brain.

Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan, saya akan mulai mengonlinekan sebuah niche sebagai hasil mempraktekkan ajaran Anne Ahira (tentunya lewat domain berbayar). Tadinya saya hendak meninggalkan blogspot ini, namun karena walau hanya blog gratisan, blog ini ini tetap merupakan bagian dari sejarah hidup saya sebagai seorang blogger, akhirnya saya mengurungkan niat untuk mengakhiri acara tulis menulis di sini. Bagaimanapun, pembaca-pembaca pertama tulisan saya pernah hadir di sini, sehingga saya kembali lagi ke blogspot dan menghapus tulisan “Posting Terakhir”.

Terima kasih yang tak terhingga pada para pembaca (yang jumlahnya tidak seberapa) dan telah bersedia membaca catatan-catatan hati saya. Doakan ya...cita-cita saya kembali menjadi ibu rumah tangga bisa terwujud lewat belajar internet marketing bersama Mbak Anne Ahira dan tim supportnya yang luar biasa di Asian Brain.

Rabu, 17 Agustus 2011

Antara Meeting, Waktu dan Perusahaan


Pernahkah mengalami hal semacam ini?

- Anda diundang meeting, namun sudah tiba jam yang ditentukan, ternyata di ruang meeting hanya ada Anda seorang diri.
- Anda menjadwalkan sebuah meeting, namun untuk menghadirkan peserta meeting, Anda harus menelpon mereka satu per satu padahal undangan sudah disosialisasikan sebelumnya.
- Anda sedang meeting dan tidak bisa berkonsentrasi karena meeting molor dari waktu yang ditentukan, sedangkan Anda masih punya sederet agenda lain yang menanti.
- Anda sedang diundang meeting dan berhalangan datang tepat waktu karena banyak pekerjaan namun Anda merasa bersalah luar biasa karena sampai ditelfon untuk datang ke ruang meeting.

Jika jawabannya mayoritas “Pernah”, maka saya perlu mengucapkan “Selamat”, karena Anda termasuk orang yang menganggap penting suatu besaran fisika, yakni: “Waktu”.

Mengapa contoh kasusnya adalah meeting? Karena meeting merupakan kegiatan penting dalam menjalankan roda perusahaan. Namun sayangnya masih banyak orang yang menganggapnya remeh dengan tidak menghadirinya tepat waktu. Padahal dengan begitu, ada potensi inefisiensi yang tidak terlihat dan tentunya akan merugikan perusahaan.

“Time is money”, demikian jargon yang sudah umum di kalangan masyarakat. Jika begitu berarti waktu bisa membuat kita banyak uang?. Benar sekali, maka dari itulah sebelumnya saya mengucapkan “Selamat” bagi orang yang menganggap Waktu sama pentingnya dengan Uang, karena itu berarti Anda punya kecenderungan untuk menjadi kaya.

Walaupun Waktu identik dengan Uang, namun di antara keduanya terdapat perbedaan yang bertolak belakang. Untuk mendapatkan uang, kita harus melakukan suatu usaha untuk meraihnya. Semakin keras kita berusaha, maka cenderung semakin banyaklah uang yang kita dapatkan (dengan seijin Tuhan tentunya). Sedangkan untuk waktu, semua orang mempunya porsi yang sama. Mau orang kaya, miskin, orang tua, muda, anak sekolah, mahasiswa, karyawan, buruh, pengusaha, tukang becak, pengamen, semuanya memiliki jatah waktu 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Jika semua orang memiliki jatah waktu yang sama, lantas apa yang membedakan sehingga ada orang yang sukses atau tidak? Jawabannya adalah dari bagaimana cara mereka menghargai waktu. Apakah waktu dianggap sebagai angin lalu yang tidak penting, ataukah dianggap sebagai sumber daya yang begitu penting untuk mensupport kelangsungan hidup?
“Waktu” ibarat sebuah log book laporan kerja. Kebanyakan karyawan, termasuk karyawan bogasari, biasanya membuat laporan kerja yang nantinya diperiksa dan dievaluasi oleh atasannya. Yang level operator akan diperiksa oleh Foreman atau Supervisor, yang Supervisor akan diperiksa oleh Manager, yang Manager akan diperiksa oleh Direktur, demikian seterusnya. Jika log book atau laporan kerja ditulis secara rapi, dengan bahasa yang bagus dan berisikan hal-hal yang berkualitas, tentunya akan membuat si atasan senang. Namun jika yang dituliskan adalah hal yang tidak baik, masalah-masalah tanpa solusi, ditambah dengan bahasa dan tulisan yang acak-acakan, sudah pasti akan mengundang amarah sang atasan. Pun demikian jika tidak ada tulisan sama sekali alias kosong melompong.

Begitu kira-kira analogi cara pemanfaatan waktu yang kita punya. Apakah kita akan mengisi lembar demi lembar (baca: hari demi hari) dengan kegiatan yang berkualitas, semisal bekerja, membaca buku dan beribadah atau mengisinya dengan nonton sinetron sepanjang hari, ngobrol sana sini untuk hal yang tidak penting atau bahkan melakukan hal yang melanggar hukum. Dan yang lebih parah lagi, tidak mengisinya sama sekali alias bermalas-malasan atau tidur sepanjang hari.

Masuk dalam golongan yang manakah Anda? silahkan dijawab sendiri. Yang jelas, apapun yang akan Anda tuliskan dalam log book tersebut akan dipertanggungjawabkan pada Sang Atasan, dan Dia akan memberikan bonus pada orang yang konsisten mengisi log booknya dengan hal yang baik sepanjang waktu. Itulah alasan mengapa di awal tadi saya bilang bahwa perbedaan antara orang sukses dan tidak terletak dari bagaimana caranya mengisi waktu.

Namun memanfaatkan waktu untuk hal yang berkualitas belumlah cukup. Dalam ilmu fisika, waktu merupakan variabel dalam menentukan kecepatan (jarak/waktu) dan percepatan (jarak/waktu2). Dan sudah jamak diketahui bahwa hampir dalam semua kompetisi, sang pemenang biasanya adalah yang tercepat (kecuali dalam lomba sepeda lambat). Kita semua tahu bahwa dalam setiap tahapan kehidupan tidak lepas dari persaingan. Mulai dari di sekolah, di universitas, di tempat kerja, dalam dunia usaha, akan selalu kita jumpai kompetitor (bahkan untuk bayi juga ada adu cepat merangkak). Apabila kita tidak cepat-cepat dalam segala hal, makan cepat, berjalan cepat, membaca cepat, cepat “up date” informasi dan teknologi, cepat beradaptasi, cepat belajar, cepat berpikir dan cepat “take action”, maka kita akan kalah bersaing.

Jika ada yang mengatakan: “biar lambat asal selamat”, mengapa tidak dijawab: “cepat juga bisa selamat asalkan akurat”? Rumusnya sederhana saja, S = K2, dimana S adalah Sukses dan K adalah Kualitas dan Kecepatan. Jika produk/jasa dihasilkan dalam waktu singkat tapi kualitasnya buruk, maka akan kalah bersaing dengan kompetitor. Demikian juga jika kualitas yang dihasilkan bagus, tapi waktu produksinya lama, maka customer akan mencari peluang ke kompetitor. Kedua variabel K tersebut harus saling bersinergi untuk sukses mendapat customer.

Kesimpulannya, waktu akan mendatangkan kesuksesan jika digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang berkualitas dengan cepat (bahasa anak mudanya: jangan lelet). Jika kedua hal tersebut (kualitas dan kecepatan) digunakan dalam mengerjakan pekerjaan di perusahaan, niscaya perusahaan akan semakin mudah mengalahkan kompetitor. Jadi tidak cukup hanya dengan datang ke kantor dan melakukan handkey tepat waktu, jika di antara jam masuk dan jam pulang tidak dipakai untuk bekerja cepat mutu tinggi. Minimal mari kita mulai dari hal kecil, misalnya menghadiri undangan meeting tepat pada waktunya 

Kata kunci: waktu, kualitas, kecepatan, sukses

Semoga bermanfaat

Sabtu, 13 Agustus 2011

Mendeteksi Masa Subur

Seperti sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya tentang siklus menstruasi, seorang wanita akan berpeluang besar untuk hamil saat 12-24 jam setelah ovulasi. Itulah yang dinamakan masa subur.

Memperkirakan masa subur akan lebih mudah dilakukan jika seorang wanita memiliki siklus haid yang teratur. Masa subur diperkirakan terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang berikutnya. Sebagai contoh, jika seorang perempuan memiliki siklus haid 30 hari, maka perkiraan masa suburnya adalah 30-14=16 hari dihitung dari hari pertama menstruasi.

Jika mengingkan kehamilan, maka dianjurkan untuk melakukan hubungan intim pada hari ke-12, 14, 16 dan 18. Sanggama yang dilakukan tiap hari tidak dianjurkan karena sperma yang keluar adalah sperma muda yang kemampuan membuahinya masih sangat kecil. Jika masa subur seorang wanita hanya berkisar 12-24 jam saja, lain halnya dengan sperma yang masih mampu bertahan hidup selama 2-3 hari.

Masa subur juga ditandai dengan keluarnya lendir berwarna bening dari vagina, vagina terasa basah, ada peningkatan dorongan seksual dan peningkatan suhu basal tubuh.

Seperti yang sudah diposting di tulisan sebelumnya bahwa setelah ovulasi, tubuh akan memproduksi hormon progesteron. Nah, progesteron ini akan menyebabkan kenaikan suhu tubuh wanita 0.3-0.5oC. Pengukuran suhu badan ini sebaiknya dilakukan beberapa saat setelah bangun tidur dan sebelum beraktivitas.

Sedangkan untuk pria, sperma akan mencapai pertumbuhan optimal dalam waktu 2-3 hari semenjak proses pematangan sperma. Oleh karenanya kemampuan sperma dalam membuahi sel telur akan lebih optimal jika sanggama dilakukan selang 2-3 hari

Tulisan yang terkait:
1. Tanda-tanda Kehamilan Yang Sering Terlewatkan
2. Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil
3. Tabel Perkiraan Jenis Kelamin Bayi

Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah satu titik pertanda seorang perempuan bukan lagi anak-anak. Secara biologis, minimal seorang anak gadis yang sudah mendapatkan menstruasi berarti organ reproduksinya telah mulai bekerja dan itu berarti dia sudah bisa hamil.
Lazimnya, menstruasi dialami seorang wanita setiap bulan sekali selama kurang lebih seminggu. Namun ini juga bervariasi dan tidak sama antara satu wanita dan wanita lainnya. Jarak waktu antara hari pertama menstruasi bulan ini hingga hari pertama menstruasi berikutnya disebut siklus menstruasi, dan normalnya antara 28-32 hari.
Jika Anda menginginkan kehamilan atau mencegah kehamilan, maka penting untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam tubuh Anda, tepatnya di organ-organ reproduksi agar bisa berhasil merencanakan kehamilan.

Yang jelas, dalam hal ini ada beberapa hormon yang ikut berperan serta:


- Hari pertama dihitung dari hari pertama menstruasi, saat itu kadar hormon estrogen rendah.
- Hipotalamus (ada di otak sebagai penanggung jawab produksi hormon) mengirimkan perintah untuk mengirim follicle stimulating hormone (FSH) yang mengatur folikel-folikel ovarium untuk mematangkan se-sel telur.
- Namun hanya satu folikel saja yang dominan, yang nantinya melepaskan sel telur yang sudah matang, sedangkan yang lainnya akan hancur.
- Setelah sel telur matang, hormon estrogen kembali naik. Si estrogen inilah yang menginformasikan pada hipotalamus bahwa sudah ada sel telur yang matang.
- Lantas hipotalamus akan mengirimkan luteinizing hormone (LH) yang membuat telur terdorong menembus dinding ovarium dan memulai perjalanannya ke tuba falopii. Sel telur rata-rata akan bertahan hidup selama 12-24 jam setelah meninggalkan ovarium. Inilah yang dinamakan ovulasi dan besar peluang terjadi kehamilan jika ada pembuahan sel telur oleh sperma.
- Folikel yang menjadi tempat matangnya ael telur tadi (disebut corpus luteum) akan memproduksi hormon progesterone yang menebalkan dinding rahim sebagai persiapan menyambut embrio hasil pembuahan.
- Jika ada pembuahan, progesterone akan terus diproduksi untuk mensupport kehamilan sampai tugasnya digantikan oleh plasenta.
- Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan larut dalam dinding rahim dan segera luruh dalam waktu 12-16 hari setelah ovulasi. Peluruhan dinding rahim beserta sel telur inilah yang disebut menstruasi.
- Siklus menstruasi mulai dari awal lagi.

Dari berbagai sumber
(Mohon maaf kalau ada yang keliru)

Rabu, 10 Agustus 2011

Yuk Selamatkan Bumi (Seri 2)

Misi Penyelamatan Bumi Dimulai

Untuk mengetahui bagaimana cara menyelamatkan Bumi, kita harus tahu dulu apa yang menyebabkan naiknya konsentrasi gas rumah kaca di Bumi. Sumber emisi gas rumah kaca terbesar menurut data dari FAO PBB tahun 2006 adalah:
1. Dari kegiatan peternakan (kontribusi 18%)
2. Dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi (kontribusi 13%)
Selain itu, gas rumah kaca juga dihasilkan dari emisi pabrik-pabrik modern dan pembangkit tenaga listrik.

Kita sudah tahu dampak gas rumah kaca terhadap bumi, oleh karenanya mari kita segera mengambil peran serta dalam misi penyelamatan bumi berikut. Ada beragam cara menyelamatkan Bumi yang saya bagi menjadi beberapa kategori:
A. Manfaatkan sumber daya alam
1. Gunakan tenaga surya untuk pemanas air.
2. Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian.
3. Optimalkan penggunaan sinar matahari untuk pencahayaan di dalam rumah.
4. Manfaatkan sirkulasi udara untuk menyejukkan ruangan, alih-alih menggunakan AC.

B. Menghemat BBM
1. Usahakan mencari tempat kerja dan sekolah anak-anak yang dekat dengan rumah.
2. Untuk jarak yang jauh, gunakan sarana transportasi umum.
3. Jika memungkinkan, berjalan kaki atau naik sepeda lebih menyehatkan.
4. Naik kendaraan pribadi bersama-sama secara bergantian dengan teman atau kolega Anda.
5. Jika terpaksa menggunakan mobil pribadi, pastikan mobil Anda mendapatkan perawatan secara rutin agar konsumsi BBM tidak semakin boros.
6. Jangan memacu kecepatan kendaraan lebih dari ambang batas yang diijinkan.

C. Menghemat listrik
1. Matikan peralatan listrik jika tidak digunakan.
2. Hubungkan lampu di halaman rumah dengan timer atau fotocell sinar matahari.
3. Gunakan jenis lampu hemat energi.
4. Gunakan jenis AC hemat energi.
5. Gunakan penerangan seminimal mungkin jika tidur.
6. Jangan lupa defrost kulkas secara teratur untuk menghilangkan bunga es.
7. Bersihkan kulkas dari barang yang tidak perlu.
8. Jangan memasukkan makanan panas ke dalam lemari es.
9. Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es.
10. Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu kamar dalam kondisi AC menyala.
11. Gunakan timer saat menonton TV di malam hari.

D. Menghemat pemakaian air
1. Jangan mencuci piring atau menyikat gigi dengan air mengalir terus menerus.
2. Gunakan flush toilet seperlunya saja.
3. Tadah air hujan yang nantinya bisa digunakan untuk menyiram tanaman,
4. Gunakan air bilasan terakhir cucian anda untuk menyiram tanaman, demikian juga dengan air bekas mencuci beras atau sayuran.
5. Mandi dengan menggunakan gayung yang terukur, alih-alih menggunakan kran shower atau bath-tub.
6. Pastikan pelampung tangki air bekerja dengan baik dan pastikan tidak ada kebocoran.
7. Cuci mobil dengan menggunakan timba dan gayung akan lebih menghemat air ketimbang menggunakan slang air yang mengalir.

E. Hijaukan lingkungan (Go green)
1. Mulailah menanam pohon di lingkungan kita sendiri.
2. Gunakan pupuk organik atau pupuk kompos.

F. Reuse, reduce, recycle
1. Kurangi penggunaan plastik, karena bahan dasar plastik adalah dari minyak bumi. Di samping itu plastik juga sangat sulit terurai dan mencemari lingkungan.
2. Kurangi penggunaan kertas. Gunakan permukaan kertas HVS bolak-balik. Print dokumen seperlunya saja, sisanya gunakan soft copy.
3. Kurangi konsumsi daging. Ingatlah bahwa kontributor terbesar emisi gas rumah kaca adalah dari peternakan.
4. Kurangi konsumsi “fast food”, karena jenis makanan ini merupakam kontributor sampah plastik yang cukup besar.
5. Gunakan kembali tas kanvas atau keranjang untuk berbelanja, alih-alih menggunakan tas kresek.
6. Gunakan cangkir kopi dari keramik, alih-alih menggunakan cangkir dari plastik atau styrofoam.
7. Pisahkan sampah rumah tangga menjadi 2 jenis sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa digunakan untuk pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik bisa dikreasikan menjadi aneka jenis kerajinan.
8. Usahakan membuang sisa makanan seminimal mungkin, karena sisa makanan bisa menghasilkan gas metana di TPA.

Sebenarnya ada 1001 hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi, termasuk menginformasikan hal-hal tersebut ke saudara dan teman dekat kita serta memberikan donasi pada lembaga-lembaga yang bergerak di bidang konservasi lingkungan, misalnya: Greenpeace.


Kta semua percaya yang namanya kiamat pasti akan datang, namun waktu terjadinya adalah wewenang penuh dari Sang Pencipta. Kewajiban kita sebagai umat manusia adalah menjaga Bumi ini dari kerusakan. Melihat tanda-tanda kerusakan bumi di atas, sudah bisa dipastikan bahwa umat manusia lah yang paling bertanggung jawab. Tapi daripada kita saling menyalahkan, lebih baik sebelum semakin terlambat, marilah kita selamatkan bumi yang semakin menua ini. Jangan pernah berpikir bahwa hal kecil yang kita lakukan tidak akan membawa perubahan. Bukankah hal-hal besar selalu bermula dari hal kecil? Jadi, marilah kita mulai misi penyelamatan Bumi ini dari sekarang, dari hal kecil, dan dari rumah kita sendiri. Ingatlah, bahwa Bumi ini hanya kita pinjam dari anak cucu kita dan kelak suatu hari harus kita kembalikan.

Semoga Bermanfaat 
(dari berbagai sumber)

Gambar dicomot dari sini

Selasa, 09 Agustus 2011

Yuk Selamatkan Bumi (Seri 1)

Global Warming Yang Sedang Naik Daun

Belakangan ini kata-kata semacam pemanasan global, efek rumah kaca, go green dan semacamnya sedang naik daun bak penyanyi remaja Justin Bieber. Apalagi dengan dirilisnya film “2012” yang menggambarkan kehancuran bumi besar-besaran hingga memusnahkan sebagian besar umat manusia, semakin gencar pulalah LSM-LSM mengkampanyekan keselamatan bumi dari pemanasan global.

Hah, memangnya bumi sakit panas?

Sebelumnya, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan pemanasan global dan efek rumah kaca.

Sebenarnya Tuhan sudah menciptakan Bumi dan alam semesta ini dengan sangat sempurna. Suhu dingin di luar angkasa menyebabkan manusia tidak mungkin bisa tinggal di sana. Suhu udara di planet tetangga (Mars) yang memiliki lapisan atmosfer yang sangat tipis berkisar -32oC. Oleh karenanya Tuhan menciptakan gas rumah kaca yang berfungsi untuk menyerap panasnya matahari sehingga Bumi menjadi cukup hangat untuk ditinggali makhluk hidup. Gas-gas rumah kaca itu misalnya karbondioksida (CO2), metana (CH4), nitrogen oksida (NO) dan CFC.

Pada takaran yang pas, gas rumah kaca memang sangat diperlukan untuk kehidupan semua makhluk hidup. Namun apa yang terjadi jika konsentrasi gas rumah kaca meningkat sehingga panas yang diserap juga semakin banyak? Betul, otomatis suhu rata-rata bumi semakin meningkat dan itulah yang disebut dengan pemanasan global atau bahasa bulenya “Global Warming”.

Dampak global warming secara nyata sudah kita rasakan. Dari tahun ke tahun suhu udara sekitar semakin panas, cuaca dan iklim tak menentu dan tidak bisa diprediksi. Namun sesungguhnya masih banyak dampak lain yang tidak bisa dirasakan oleh kita yang hidup di Indonesia. Mari kita lihat satu per satu:

Dampak #1: Mencairnya Es di Kutub Utara dan Selatan
Pada tahun 2007, es di Greenland yang mencair telah mencapai 19 juta ton. Di Artik pada tahun yang sama, volume es tinggal separuh dari volume es yang ada 4 tahun sebelumnya. Bahkan menurut prediksi seorang ahli iklim NASA, seluruh es kutub utara dan selatan akan lenyap pada tahun 2012.

Dampak #2: Naiknya Level Permukaan Air Laut
Otomatis mencairnya es di kutub berdampak langsung pada meningkatnya level permukaan air laut. Ini bahkan sudah mulai bisa dirasakan di daerah pelabuhan Jakarta dengan semakin meningkatnya frekuensi banjir. Menurut hipotesa para ahli, jika seluruh es di Greenland mencair, maka level permukaan air laut akan meningkat setinggi 7 m, dan itu cukup untuk menenggelamkan daerah pantai, pelabuhan dan dataran rendah di seluruh dunia.

Dampak #3: Perubahan Iklim/Cuaca Yang Sangat Ekstrim
Ini dampak yang juga kita rasakan di Indonesia. Akibat langsungnya adalah banyak petani yang merugi karena gagal panen. Bencana alam akibat angin topan dan banjir juga kerap terjadi di berbagai belahan dunia.

Dampak #4: Gelombang Panas Menjadi Semakin Panas
Tahun 2007 tercatat di Utah, Amerika Serikat, suhu gelombang panas mencapai 48oC dan bahkan di daerah Death Valley, California hingga 53oC (sebagai perbandingan di Surabaya suhu udara rata-rata 30-37oC). Pemerintah setempat bahkan mengumumkan kondisi saat itu sebagai darurat siaga 1. Akibat gelombang udara panas tersebut, banyak korban meninggal karena kepanasan (heat stroke), matinya beragam spesies air tawar, rusaknya hasil panen, kebakaran hutan dan matinya hewan ternak.

Dampak #5: Mencairnya Gletser Sebagai Cadangan Air Bersih Dunia
NASA mencatat selama tahun 1960-2006, volume gletser yang hilang sebanyak 8000 meter kubik. Bisakah dibayangkan bagaimana jadinya kehidupan makhluk hidup tanpa adanya air bersih?

Kelima dampak di atas hanya awal dari rentetan efek-efek buruk lainnya semisal adanya pergeseran ekosistem, munculnya berbagai macam penyakit dan meningkatnya jumlah pengungsi akibat bencana alam yang tentu saja secara efek domino menimbulkan banyak problema baru.

Mungkin hal-hal di atas itulah yang mengilhami Hollywood menciptakan film-film semacam “The Day After Tomorrow” yang menggambarkan datangnya zaman es baru karena perubahan keseimbangan garam di laut yang diakibatkan mencairnya es di kutub. Juga film “Waterworld” di era 90-an yang menggambarkan perjuangan sekelompok manusia mencari daratan. Dan tentu saja film yang belakangan paling menghebohkan, “2012” yang menceritakan terulangnya kembali bencana alam terbesar di era Nabi Nuh.

Kita tentunya tak mau Bumi yang sudah kian menua ini semakin menderita bukan? Oleh karenanya, yuk kita selamatkan Bumi agar Bumi tetap nyaman untuk ditinggali oleh kita dan anak cucu kita kelak. Caranya sebenarnya mudah sekali, dimulai dari hal kecil dan bisa diawali dari rumah kita sendiri.

Senin, 08 Agustus 2011

Mengenang Kekejamanku Mengajari Anak Membaca


Jujur saja nih, dulu saya agak cemas memikirkan anak perempuan saya yang sedang duduk di bangku Play Group. Penyebabnya sepele, karena dia belum juga bisa membaca bahkan mengenali abjad masih suka salah-salah. Sulit sekali menanamkan pemahaman bahwa “b” yang berdempetan dengan “a” dibacanya “ba”. Sedangkan anak-anak teman saya, sudah mulai bisa mambaca bahkan semenjak di Play Group. Salah satu teman sekolahnya juga sudah mulai bisa membaca huruf Hijaiyah yang sambung-sambung. Anak yang umurnya lebih kecil dari anak saya sudah bisa menghafal ayat kursi dan bagian awal surat Yasin. Sedangkan anak saya, membedakan “Ta” dan “Tsa” masih belum bisa. Jadi progress membaca buku iqra’nya berhenti di huruf “Tsa”.

Mengenali angka juga demikian. Entah kenapa anak saya kesulitan mengidentifikasi angka 6, 8 dan 9. Saya sampai stress dan seringkali memarahinya kalau dia lagi-lagi tidak bisa menyebutkan angka yang tertulis di smart card. Tak jarang, hingga berujung pada tangisannya.

Nah Moms, perilaku saya di atas saya anjurkan untuk tidak ditiru. Apalagi pada bagian “memarahi”. Wah, itu adalah hal yang paling saya sesalkan hingga sekarang. Saat ini saya hanya bisa berharap bahwa kelakukan saya itu tidak menyebabkan dampak buruk pada perkembangan mentalnya kelak.

Oke kita kembali ke pokok masalah. Untunglah saya cepat sadar sehingga saya tak lantas melanjutkan “kekejaman” yang saya lakukan pada anak saya. Saya tak ingin merenggut kegembiraan masa kecilnya yang seharusnya diisi dengan bermain. Akhirnya saya hanya mengajarinya membaca, mengaji atau berhitung jika dia yang minta. Dan kalaupun ada yang salah, saya tidak lagi memaksakan untuk dia langsung mengerti saat itu juga. Kalau dia sudah bilang capek atau ngantuk, maka buku pelajarannya langsung saya tutup. Saya pikir lebih baik saya mengajarkan hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah, seperti masalah Tuhan, akhirat, agama, tata krama pada orang tua, kejujuran, kasih sayang pada alam dan sesama serta arti kegembiraan masa kecil. Ini saya lakukan dengan mendongeng atau bercakap-cakap dengannya sambil tiduran.

Satu hal yang menarik adalah adanya mindset para guru dan orang tua bahwa anak-anak TK harus sudah bisa membaca. Nah, ternyata ini pendapat yang keliru, setidaknya menurut Yayasan Sekolah Alam Insan Mulia. Saya sempat terkejut saat iseng-iseng datang ke sekolah tersebut dan menanyakan apakah calon siswa harus dites membaca? Dan jawaban mereka adalah untuk calon murid tidak ada tes membaca, yang ada hanya tes kematangan emosional saja. Membaca dan menulis baru akan diajarkan di bangku kelas 1 SD. Prinsip mereka adalah mengajarkan anak-anak sesuai dengan usianya. Tujuannya agar anak-anak tidak kehilangan rasa ingin tahu. Inilah satu hal yang membuat saya sadar untuk tidak lagi memaksakan ambisi saya agar anak saya bisa seperti kawan-kawannya yang bisa membaca atau mengaji di usia sangat dini.

Bagi saya yang penting adalah merangsang keinginannya untuk belajar dengan suka hati, mengaji dengan ikhlas dan tidak menganggap berhitung sebagai momok. Itulah mengapa saya senang jika anak saya mendatangi saya dengan buku di dua tangan mungilnya dan berkata: “Ma, aku mau belajar menghubungkan”. Yang dia maksud menghubungkan adalah menghubungkan gambar dengan angka (untuk soalnya saya gambar sendiri). Atau: “Ma, aku mau ngaji sama Mama”. Tentu saja yang dia maksudkan adalah membaca buku Iqro-nya, bukan Alquran. Saya senang jika dia yang mengajak saya belajar dan bukan sebaliknya. Namun jangan salah, ini tidak tiap hari, kalau dia mengantuk atau lebih senang nonton video kartun favoritnya ya nggak ada acara belajar. Kalau dihitung-hitung, lebih banyak main atau nonton TV daripada belajarnya, hehe. Nah, proses ini berlangsung kira-kira selama 6-10 bulan selama dia duduk di Playgroup. Pokoknya saya biarkan dia sebebas-bebasnya melakukan apa yang diinginkan.

Ternyata hasilnya juga tidak buruk. Guru sekolahnya melaporkan hasil belajarnya cukup memuaskan dan yang penting dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik alias nggak ketinggalan sama teman-temannya yang lain.

Yang lebih mengejutkan lagi: Ketika dia masuk TK, tiba-tiba dia mudah sekali memahami buku belajar membaca-nya. Padahal sebelumnya dia tidak hafal alfabet. Buku yang dipakai berjudul “Anak Islam Senang Membaca”. Isinya mirip buku Iqra’ gitu, tapi versi huruf latinnya. Di halaman pertama diajarkan “a” dan “ba”, halaman selanjutnya “ca” yang dirangkai-rangkai dengan “a” dan “ba”, begitu seterusnya sampai “za”. Dan lagi, semenjak masuk TK, entah kenapa dia seakan mewajibkan diri untuk menambah huruf baru sebelum tidur, padahal saya tidak pernah mengajaknya belajar.

Tapi kalaupun sekarang di sekolahnya sudah diajarkan membaca, bagi saya itu juga bukan masalah. Toh anak saya juga tetap exciting dan saya tak lagi memaksakan kehendak. Kini saya sadar bahwa anak saya unik, dia berbeda dengan anak-anak yang sudah lebih dulu bisa membaca, berhitung atau mengaji. Saya yakin dia punya kelebihan sendiri, bukankah Tuhan selalu menciptakan manusia komplit dengan kelebihan dan kekurangannya?

Saya akan melakukan apa saja agar ia faham artinya kebahagiaan masa kecil. Agar kelak dia tidak menjeritkan isi hatinya seperti almarhum Michael Jackson: “Have you seen my childhood...???”.

Jumat, 05 Agustus 2011

Ternyata Menyusui Punya Dampak Negatif (Based on True Story)

Di posting sebelumnya saya menulis tentang faktor utama kelancaran ASI yang belum pernah dibahas di banyak artikel yang pernah saya baca. Nah, di posting kali ini saya ingin membahas satu hal mengenai efek samping menyusui.

Perlu digarisbawahi di sini bahwa yang saya maksudkan bukan manfaat menyusui yang sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Semua orang tahun banyak sekali manfaat menyusui, baik bagi ibu, si bayi maupun bagi keuangan keluarga, sehingga ASI menjadi hadiah paling berharga dari Sang Pencipta. Nah, ternyata menyusui ada nggak enaknya juga lho, itulah yang saya maksudkan dengan efek samping.

Seperti halnya saat kita mengkonsumsi obat, dalam label yang tertera pada kemasan biasanya diterangkan juga mengenai efek samping obat tersebut. Contohnya adalah salah satu merk obat batuk yang menyebutkan efek sampingnya adalah mengantuk, pusing, konstipasi dan lain-lain. Efek samping ini bisa terjadi, bisa juga tidak tergantung dari daya tahan tubuh si pengguna obat. Nah demikian juga efek samping menyusui, bisa terjadi bisa juga tidak, kebetulan saja pada saya terjadi, makanya saya bisa cerita.

Efek samping yang saya maksudkan adalah: (maaf) vagina saya menjadi kering hingga memiliki efek domino yakni sakit pada area kemaluan saat dipakai berhubungan intim.

Saya termasuk wanita yang tidak mengalami datang bulan saat menyusui. Setelah kelahiran anak pertama, saya hanya menyusui sampai masa 4 bulan saja. Makanya pada bulan kelima saya sudah mengalami datang bulan. Berbeda dengan anak kedua, saya masih menyusui hingga saat ini si kecil sudah berusia 14 bulan dan baru saja mengalami menstruasi bulan lalu.

Sebenarnya efek langsungnya (yakni vagina kering) tidak terlalu menjadi masalah. Justru malah hari-hari jadi lebih nyaman karena tidak lembab. Namun kendalanya baru terasa saat melakukan hubungan intim. Rasa sakitnya menyebabkan trauma. Saya sudah mencoba men”curhat”kan hal ini pada beberapa sahabat dan juga melalui forum diskusi di milis. Rata-rata teman saya menyarankan untuk melakukan foreplay lebih lama, menciptakan suasana yang lebih kondusif agar lebih terangsang sebelum berhubungan. Hal itu sudah saya coba dan hasilnya nihil. Entah karena memang perangsangannya belum cukup atau karena sugesti, baik bibir vagina maupun rongga di dalamnya terasa sangat pedih dan panas.

Awalnya bahkan suami kesulitan melakukan penetrasi hingga akhirnya kami mencoba “pelumas”. Cara ini lumayan menolong, suami bisa melakukan penetrasi, namun rasa perih dan terbakar dalam rongga vagina masih belum berkurang. Rasanya seperti digesek dengan kertas gosok.

Setahun berlalu sejak kelahiran anak kedua, saya tidak tahan dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter. Berharap dokter meresepkan semacam vitamin/hormon yang bisa membuat vagina saya tidak kering namun tidak punya efek menghentikan ASI. Juga agak kuatir karena seorang teman di milis menduga ada sesuatu yang tidak beres dan sebaiknya dikonsultasikan ke DSOG. Syukurlah setelah diperiksa dengan USG, tidak ada masalah di daerah rahim saya.

Menurut penjelasan dokter kandungan, menyusui memang membuat produksi hormon estrogen jadi terhambat. Nah hormon estrogen inilah yang punya andil dalam siklus menstruasi dan juga memproduksi “oli” pada vagina. Solusi instannya, jika ingin kadar hormon estrogen kembali stabil, ya tentu saja dengan berhenti menyusui. Tapi tentu saja hal itu tidak beliau sarankan. Alternatif kedua ya menunggu hingga lewat masa menyusui yakni 2 tahun. Saya jadi membayangkan bahwa saya masih harus menunggu setahun lagi agar bisa kembali menikmati hubungan seks. Akhirnya saya pulang dengan tangan hampa. Dokter tidak meresepkan vitamin atau obat-obatan sama sekali. Saya memutuskan untuk pasrah dan menunggu saja. Jika sudah lewat masa menyusui dan tidak ada perubahan juga, saya berjanji untuk menemui dokter lagi.

Ternyata saya tidak perlu menunggu terlalu lama. Tidak lama setelah kunjungan ke dokter, akhirnya saya datang bulan dan setelah itu saya bisa kembali berhubungan dengan suami seperti dulu lagi. Saya tidak tahu apakah karena faktor sugesti atau bukan, yang jelas saya merasakan area kemaluan sudah tidak kering seperti sebelumnya.

Sampai kini (Kairo 14 bulan), saya memang masih menyusui walau hanya di malam hari. Semoga saja Tuhan memberikan kesempatan untuk bisa menyusui hingga bayi saya berusia 2 tahun.

Demikianlah sharing pengalaman saya selama masa menyusui. Memang tidak semua wanita akan mengalami hal yang sama, karena dunia hormon wanita yang sedemikian unik. Semoga bermanfaat..

Tulisan yang berhubungan dengan topik ini:
1. Breast pump
2. Agar Lebih Semangat Menyusui
3. Manajemen ASI Perah Untuk Ibu Bekerja

Gambar dikopi dari sini

Kamis, 04 Agustus 2011

Faktor Kelancaran ASI Yang Tak Pernah Diungkap


Yang namanya menyusui atau bahasa sononya “Breasfeeding” sudah nggak perlu lagi dibahas manfaat dan keuntungannya. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir. ASI mencukupi kebutuhan gizi bayi hingga berusia 6 bulan. Artinya, tanpa tambahan makanan apapun, kebutuhan nutrisi bayi sudah tercukupi lewat ASI. Kekayaan gizi dan kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya membuat ASI gencar dipromosikan dan kian naik daun.

Kurang lebih 3 dekade lalu, pemerintah Indonesia menganjurkan pemberian ASI hingga 4 bulan saja. Namun kini, di kartu KMS yang baru sudah diganti menjadi 6 bulan. Di media-media, baik cetak maupun elektronik juga tidak pernah lagi muncul iklan susu formula untuk bayi di bawah 1 tahun.

Begitu juga dengan dunia maya. Kalau dicari lewat search engine mengenai topik “menyusui”, tidak ada satu artikel pun yang menjelek-jelekkan ASI, semua bilang ASI itu bagus, baik untuk ibu maupun untuk bayi. Memang demikian adanya. Kalau boleh saya berpendapat, ASI adalah cairan yang lebih berharga dari minyak bumi, bahkan cairan paling mahal harganya yang pernah diciptakan Tuhan bagi manusia.

Itulah sebabnya, mulai banyak ibu-ibu yang sadar mengenai pentingnya ASI. Banyak di antara mereka yang menjadi fanatik dengan cairan yang satu ini. Rasanya berdosa kalau sampai tidak menyusui bayi. Saya mengenal beberapa di antaranya. Ada teman saya yang keluar dari pekerjaannya demi bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Ada yang enggan minum jamu-jamu pasca melahirkan karena takut berpengaruh pada ASI. Ada yang giat memerah ASI demi bisa mencukupi kebutuhan ASI selama bekerja.

Saya pun termasuk satu di antara “korban” ibu-ibu yang terserang “sindrom menyusui eksklusif”. Saya sampai bela-belain beli breast pump yang harganya lumayan mahal, bangun tengah malam dan dini hari demi bisa memerah ASI, menghasilkan tetes demi tetes hingga terkumpul setengah liter per hari untuk persediaan selama bekerja. Bukannya tidak mampu beli susu formula atau ragu akan kualitas susu formula, tapi ya karena itu tadi, saya sudah termakan propaganda akan manfaat ASI.

Alangkah beruntungnya saya dan banyak wanita yang bisa menyusui bayinya. Faktor terbesar dalam keberhasilan proses menyusui ini saya yakini adalah: REJEKI. Yes, Tuhan sudah menetapkan rejeki kita bahkan semenjak sebelum kita lahir. Oleh karenanya, sebesar apapun usaha kita untuk bisa menyusui bayi tak akan ada artinya jika Tuhan tidak memberikan jatah untuk itu. Ini yang tidak pernah diungkap di banyak artikel tentang ASI dan menyusui.

Secara teori, ASI kita akan berlimpah ruah jika rajin mengkonsumsi daun katuk, kacang-kacangan atau susu kedelai. Namun jika nama kita tidak masuk dalam listnya malaikat Mikail dalam hal rejeki ASI, ya tentunya ASI yang dihasilkan juga tidak sebanyak yang dimaui. Saya bisa menuliskan ini karena sudah membuktikannya. Terkadang saya niatkan makan daun katuk dan minum susu kedelai serta mengkonsumsi sawi putih agar ASI saya banyak, ternyata ASI perah saya ya segitu-segitu aja, bahkan kadang lebih sedikit dari biasanya. Namun pernah juga saya makan menu biasa, bukan menu khusus ibu menyusui, ternyata payudara saya lebih keras dari biasanya dan otomatis ASI yang didapat juga lebih banyak. Nah, dari situlah maka saya berani menyimpulkan satu hal yang tidak pernah saya baca di banyak artikel mengenai ASI dan menyusui. Yakni faktor X yang dinamakan Rejeki.

Saya memiliki seorang kawan yang membatalkan niatnya untuk resign karena ternyata usahanya untuk menyusui bayinya tidak berhasil. Dia sudah mengikuti cara-cara yang diajarkan dalam primbonnya ibu menyusui. Salah satunya adalah teori supply and demand, yakni semakin sering menyusui maka ASI akan semakin berlimpah. Namun tetap saja belum bisa membuat bayinya kenyang. Teman saya itu sampai bersitegang dengan ibunya yang kasihan melihat cucunya rewel dan menyarankan untuk memberikan susu formula agar bayinya bisa tidur. Tapi teman saya tetap bertekad menjejalkan puting susunya ke mulut bayinya dengan harapan ASI akan terangsang keluar karena semakin sering dihisap bayi, tapi hasilnya nihil. Akhirnya karena kasihan dengan si bayi, teman saya menyerah. Dia memutuskan untuk mencabut surat pengunduran dirinya, karena dia pikir untuk apa dia berhenti kerja kalau tidak bisa menyusui. Di lain pihak, dia butuh dana untuk beli susu formula...

Lain lagi dengan cerita teman saya yang lain. ASInya berlimpah, namun dia mengalami bendungan susu sehingga dokter menyuruhnya berhenti menyusui. Bendungan susu yang dialami teman saya ini tergolong parah karena sampai meletus dan mengeluarkan ASI bercampur nanah. Dia tidak punya pilihan lain selain berhenti menyusui.

Nah, dengan melihat pengalaman teman-teman saya yang begitu gigih memperjuangkan ASI dan ternyata belum mendapatkan hasil yang diharapkan, maka saya yakin bahwa ASI adalah murni wewenang dari Allah. Kewajiban kita hanyalah berikhtiar; dengan pijat payudara atau konsumsi sayur dan kacang-kacangan, selanjutnya terserah pada Yang Di Atas. Jika memang rejeki bayi kita “hanyalah” sebatas susu formula, maka sebaiknya kita syukuri agar dalam susu formula yang diberikan pada buah hati kita pun ada keberkahan....

Rabu, 03 Agustus 2011

Rindu Kembali Ke Laptop

Kesibukan sebagai panitia Bogasari Expo 2011 yang lalu membuat saya terpaksa meninggalkan hobi baru saya menulis blog. Sebenarnya banyak hal-hal yang ingin ditulis dan jari-jari ini sudah kangen untuk kembali menari-nari di atas keyboard. Walaupun memang blognya masih sepi, pembaca juga masih belum banyak, tapi keinginan dan semangat menulis masih tetap membara.

Namun begitu Bogasari Expo berlalu, entah kenapa saya jadi malas menulis lagi. Tidak hanya menulis sebenarnya, untuk melakukan hal-hal lain semisal memasak atau bersih-bersih rumah juga jadi malas. Sepertinya euforia Bogex telah menyedot energi dan pikiran saya sampai titik kritis, hingga saya butuh untuk melakukan recharge.

Itulah mengapa jumlah postingan saya di bulan Juni dan Juli turun drastis, beda banget sama di bulan Mei.

Tampaknya saya benar-benar kelelahan, sehingga walaupun fisik sudah mulai fresh setelah beberapa hari berlalu pasca Bogex, namun gairah “hidup” saya belum juga kembali. Entah kenapa ide rasanya mampet, hal-hal yang tadinya ingin saya tulis jadi lupa semua, walau saya rindu banget untuk merasakan “hidup” lagi. Ya...saya merasa hidup jika menulis, terlepas dari ada yang baca atau tidak. Hehe....

Rupanya saya tidak perlu menunggu lama, karena Allah memberikan petunjuk untuk kembali bersemangat lagi lewat majalah religi bulanan “Nurul Hayat”. Ya, tulisan saya yang sempat saya kirimkan ke redaksi majalah tersebut dimuat di kolom Bagi-Bagi edisi bulan Juli 2011. Alhamdulillah, senangnya luar biasa, karena ini pertama kalinya tulisan saya dimuat di majalah (ups, yang kedua ding, yang pertama waktu saya SD dulu, karangan pendek saya dimuat di kolom Arena Kecil majalah Bobo). Akhirnya saya tahu tulisan saya ada yang baca.

Hal itu menjadi pemantik api semangat yang mulai hidup segan mati tak mau.

Gairah jari jemari untuk kembali ke laptop mulai bangkit kembali.

Ide-ide yang mulai mampet pelan-pelan mulai mengalir lagi, perlahan tapi pasti...

Cuman yang namanya penulis belum lengkap rasanya kalau belum ada pembaca. Memang dengan bisa menulis sudah membuat saya senang, tapi tentunya akan lebih girang lagi kalau ada pembaca juga. Sebagai pendatang baru di dunia blogspot, saya masih kurang jam terbang dan butuh banyak masukan.



Doakan ya, blog ini bisa banyak dikunjungi. Ada yang bisa kasih kritik dan saran?
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, hanya nisankah yang akan kita tinggalkan? (Papa/H. Slamet Sulaiman)