Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Forum “Kasih Ibu”, Persembahan Aqua Untuk Para Ibu dan Calon Ibu



“Perut kram saat sedang hamil, normalkah?”
“Boleh tidak Ibu hamil menyetir mobil sendiri?”
“Bagaimana cara sterilisasi botol susu yang benar?”
“Kapan dan bagaimana caranya menyapih ASI?”

Kehamilan adalah sebuah proses alami yang menakjubkan. Tapi ada begitu banyak pertanyaan yang muncul saat seorang wanita menjalani proses kehamilan. Tidak hanya bagi mereka yang baru saja mendapat pengalaman pertama menjadi calon Ibu. Mereka yang tengah menjalani kehamilan yang ke sekian pun masih kerap dihantui berbagai macam pertanyaan. Sebab tiap kehamilan itu unik, bahkan kehamilan yang dialami oleh Ibu yang sama sekalipun.
Sama halnya dengan kehamilan, Tuhan telah merancang proses persalinan menjadi sangat elegan dan tak akan terlupakan. Namun masih ada lagi pengalaman yang sama menakjubkannya dan sama elegannya, yakni menyusui. Walau menyusui adalah sebuah proses alami, tapi ada banyak hal yang perlu Bunda ketahui tentang menyusui. Mulai dari inisiasi menyusui dini, posisi menyusui yang benar, prosedur memompa ASI hingga penyapihan.
Semuanya terkadang bisa menjadi sumber stress jika Bunda tidak tahu harus bagaimana atau berbuat apa. Sebab, seperti halnya kehamilan, tiap bayi terlahir dengan keunikannya masing-masing. Kebingungan Ibu akan kian bertambah ketika menerima masukan atau komentar dari orang-orang sekitar, yang kadangkala berbeda satu sama lain.
Misalnya; bidan di rumah sakit bilang kalau tidak masalah bagi bayi yang belum puput pusar untuk langsung mandi berendam di bak mandi. Sementara setibanya Ibu dari rumah sakit, mertua bilang kalau bayi yang belum puput pusar harus mandi dengan diseka. Yang mana yang benar? Sebagai ibu baru, pastilah kebingungan.
Untunglah sekarang ada Forum Kasih Ibu, one stop information portal tentang dunia kehamilan hingga menyusui. Program persembahan Aqua Danone ini bisa Bunda akses di www.kasihibu.com.


Ada banyak fitur menarik yang bisa Bunda akses di Kasih Ibu, misalnya;
1. Kumpulan Artikel dan Berita
Temukan jawaban tentang pertanyaan seputar Plasenta Previa, gatal di perut saat hamil, mual dan muntah saat hamil, juga vitamin dan suplemen yang diperlukan saat kehamilan.
Untuk artikel-artikel seputar pasca persalinan, Bunda juga bisa membaca tentang serba-serbi mekonium, perawatan bayi baru lahir, tips agar ASI bisa lancar dan lain-lain.

 
2. Forum Diskusi
Masih punya pertanyaan yang tidak terjawab karena tidak ada di artikel atau berita? Coba cari di Forum Diskusi. Forum ini adalah ajang sharing para Bunda mengenai pengalaman masing-masing dalam merawat bayi. Ada banyak hal-hal menarik yang bisa Bunda temukan di sana. Misalnya tips jika menghadapi bayi yang rewel tidak biasa.
Jika topik yang dicari tidak ada dalam daftar, Bunda bisa membuka topik baru untuk diperbincangkan di forum, cukup dengan mengklik “Tambahkan Topik”


3. Konsultasi
Masih belum puas dengan jawaban-jawaban di Forum Diskusi? Bunda bisa langsung tanyakan pada pakarnya di fitur Konsultasi. Di sini Bunda bebas bertanya apa saja dan akan dijawab oleh pakar dan ahli kesehatan.
Nah, yang lebih asyik dan mungkin tidak ada di tempat lain adalah fitur Live Chat, di mana Bunda bisa bertanya langsung dengan dokter yang selalu ready setiap saat (tentunya pada jam operasional tertentu).
Jam operasional dokter yang standby di program Live Chat ini adalah;
Hari Senin-Jumat, pukul 08:00 – 22:00
Hari Sabtu-Minggu, pukul 18:00 – 22:00

 
4. Aplikasi Menarik
Di fitur ini, Bunda bisa temukan beberapa aplikasi menarik. Ada “Kalkulator Kehamilan” untuk menghitung tanggal perkiraan kelahiran bayi. Ada juga “Nama Si Kecil” untuk membantu memilihkan nama terbaik bagi buah hati. Yang tak kalah menariknya adalah “Kalkulator Dehidrasi” yang membantu untuk menentukan apakah asupan cairan kita selama ini sudah sesuai kebutuhan atau belum. Aplikasi terakhir ini bisa dipakai oleh semua orang, baik laki-laki, perempuan, hamil atau tidak hamil.
(Saya sengaja tidak menampilkan screen capturenya di sini agar Bunda bisa langsung melihat sendiri di lokasi ^-^)

Nah Bunda, tunggu apa lagi? Ayo segera meluncur ke www.kasihibu.com dan bergabunglah dengan Forum Kasih Ibu. Caranya gampang banget kok.
1.     Klik www.kasihibu.com
2.   Pilih salah satu gambar di bagian kanan. Gambar Ibu Hamil berisi informasi seputar kehamilan. Sedangkan Gambar Ibu Menyusui berisi informasi seputar pasca persalinan, jadi tidak melulu soal menyusui aja ya Bunda.
3.    Klik Facebook Connect untuk bergabung dengan Forum Kasih Ibu, kemudian isi data diri di Form yang tersedia.


Sudah itu, berarti Bunda sudah resmi bergabung sebagai keluarga Forum Kasih Ibu dan itu artinya Bunda bebas menggunakan semua fitur Kasih Ibu. Gratis!
Ayo tunggu apalagi, jadikan Forum Kasih Ibu sebagai sahabat setia Bunda menjalani masa-masa menakjubkan selama kehamilan hingga menyusui ^-^

Jumat, 16 November 2012

Apakah Blighted Ovum


 Pernahkah Anda mengalaminya? Saya pernah, dua kali malah. Dan dua-duanya berakhir di meja kuretase. Saya pernah bertanya apa yang dimaksud dengan blighted ovum? Mungkin karena menganggap saya orang awam, dokter hanya mengatakan bahwa blighted ovum itu bisa diibaratkan bakal benih yang kopong.

Sebenarnya apakah blighted ovum itu? Berikut ini penjelasan yang saya baca dari American Pregnancy Association.

Seorang wanita dikatakan mengalami blighted ovum apabila sel telur yang telah dibuahi telah menempelkan dirinya pada dinding rahim, namun tidak bisa berkembang menjadi embrio. Kantung kehamilan memang terlihat berkembang, namun embrionya tidak.

Blighted Ovum yang terdeteksi melalui USG. Tampak kantung kehamilan tapi tidak tampak ada embrio yang berkembang
Wanita yang mengalami blighted ovum biasanya tetap mengalami gejala awal kehamilan, seperti telat mens maupun tes kehamilan yang positif. Di awal, plasenta pun masih bisa terus berkembang (walaupun tidak diikuti perkembangan embrio) dan hormon hCG pun masih terus meningkat. Inilah yang menyebabkan banyak wanita mengira kehamilan mereka baik-baik saja walaupun sebenarnya sedang mengalami blighted ovum. Blighted ovum biasanya diketahui saat dilakukan USG yang menunjukkan kondisi kantung kehamilan yang kosong. Gejala-gejala seperti kram ringan di perut atau pendarahan ringan juga bisa saja terjadi.

Salah satu penyebab blighted ovum adalah kualitas sel telur atau sperma yang buruk. Bisa juga karena proses pembelahan sel yang tidak normal.

Lima puluh persen (50%) kasus keguguran di trimester pertama adalah disebabkan karena blighted ovum. Kabar buruknya adalah, belum ada tindakan yang bisa mencegah terjadinya blighted ovum. Namun jika terjadi keguguran berulang akibat blighted ovum, maka pasangan suami istri bisa saja melakukan tes-tes genetika jika dirasa perlu.

Kabar baiknya adalah, pasangan suami istri tidak perlu melakukan pencegahan kehamilan yang terlalu lama setelah mengalami keguguran. Kebanyakan dokter akan menyarankan pasangan suami istri untuk menunda setidaknya 1-3 kali siklus menstruasi sebelum memutuskan untuk membiarkan pembuahan terjadi.

Masih menurut American Pregnancy Association; sangat jarang memang seorang wanita bisa mengalami blighted ovum hingga beberapa kali. Kalaupun sampai harus mengalami, biasanya hanya terjadi sekali. Tapi saya bisa sampai dua kali, hehehe...Yang pertama di usia kehamilan 6 minggu dan yang kedua di usia 8 minggu.

Bagi yang sekarang sedang mengalami kehilangan karena blighted ovum, tidak usah resah. Sebab banyak kok kasus-kasus keguguran karena blighted ovum yang berujung pada kehamilan lagi.

Semoga artikel ini bermanfaat ^-^

Sabtu, 10 September 2011

Kehamilan Pertama

Menghadapi Kehamilan Pertama

Selamat Ya, akhirnya apa yang ditunggu-tunggu semenjak pernikahan datang juga. Ya, saat ini Anda telah dinyatakan positif  mengandung dan 9 bulan ke depan Anda akan memperoleh banyak pengalaman baru selama menjalani kehamilan pertama.

Bahagia, lega, bersyukur dan tentunya was was. Begitu kira-kira rasanya saat saya mengalami kehamilan pertama dulu. Tentunya bukan saya saja,  hampir semua calon ibu juga mengalami perasaan yang sama. Senang campur khawatir.

Tapi tidak apa, itu wajar kok. Karena kehamilan pertama kan hal yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Pasti dalam perjalanannya akan timbul banyak pertanyaan: kok gini ya? Normal nggak sih? Ini boleh nggak ya?

Nah, kunci agar proses kehamilan pertama menjadi pengalaman yang menyenangkan ada 3:
  1. Komunikasi
Bicarakan segala hal yang berkaitan dengan kehamilan pertama Anda dengan orang terdekat: suami, orang tua, teman dan dokter kandungan.
Karena pengaruh badai hormon yang tidak terkendali, emosi seorang wanita hamil biasanya menjadi tidak seperti biasanya. Anda bisa saja mudah tersinggung atau menangis tanpa sebab.
Bagilah perasaan Anda dengan keluarga agar mereka bisa lebih memahami dan menjaga perasaan Anda. Ingat lho, rasa sedih yang berketerusan akan berdampak pada kondisi jiwa si kecil kelak.

  1. Informasi
Biasanya pada kehamilan pertama, Anda akan dianggap sebagai orang yang hijau dan belum tahu apa-apa. Sehingga nantinya akan banyak orang-orang yang memberikan masukan atau saran. Informasi-informasi itu bisa jadi membingungkan bagi Anda, misalnya: “kalau hamil jangan makan cabe lho, nanti bayinya belekan”. Nah lho, apa hubungannya coba antara cabe dan belekan. Atau “supaya kulit bayinya putih, banyak-banyak minum susu kedelai ya”. Nah, kalau bapak ibunya negro apa ya anaknya bisa putih kalau ibunya minum susu kedelai?
Namun tidak masalah, terima saja saran-saran yang Anda dapatkan namun lakukan kroscek dengan sumber-sumber lain, misalnya dengan dokter kandungan untuk memastikan kebenaran info yang Anda dapatkan.
Selain itu, carilah informasi sebanyak mungkin lewat berbagai media agar Anda lebih well informed, misalnya:
-          Majalah
-          Buku
-          Mailing List
-          Internet
  1. Sugesti
Nah, ini yang menurut saya paling penting. Ada orang hamil yang “bandel”, alias tidak mengalami keluhan apa-apa, namun ada juga yang sepanjang hamil mengalami macam-macam keluhan, mulai dari mual berkepanjangan, sakit kepala, lesu, dan macam-macam lainnya.
Separah apapun kondisi saat hamil atau setidak nyaman apapun kehamilan pertama Anda, tetap hadapi dengan gembira. Katakan di depan cermin tiap Anda bangun pagi: “Aku hamil dan aku bahagia”. Insya Allah, pikiran ini akan membantu Anda menghadapi segala ketidakenakan selama hamil.
Jangan kuatir tubuh Anda yang membengkak membuat Anda kehilangan rasa percaya diri, tanamkan dalam benak Anda bahwa Anda terlihat makin seksi dengan perut membuncit.

Terakhir, serahkan dan pasrahkan pada Tuhan, karena apapun yang terjadi, pertolongan akan datang dari-Nya jika kita kerap meminta.

Artikel terkait yang perlu Anda lirik juga:
2.      Morning Sickness
5.      Memperkirakan Jenis Kelamin Bayi (yang ini jangan diseriusin, buat hepi-hepi aja)

Sabtu, 13 Agustus 2011

Mendeteksi Masa Subur

Seperti sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya tentang siklus menstruasi, seorang wanita akan berpeluang besar untuk hamil saat 12-24 jam setelah ovulasi. Itulah yang dinamakan masa subur.

Memperkirakan masa subur akan lebih mudah dilakukan jika seorang wanita memiliki siklus haid yang teratur. Masa subur diperkirakan terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang berikutnya. Sebagai contoh, jika seorang perempuan memiliki siklus haid 30 hari, maka perkiraan masa suburnya adalah 30-14=16 hari dihitung dari hari pertama menstruasi.

Jika mengingkan kehamilan, maka dianjurkan untuk melakukan hubungan intim pada hari ke-12, 14, 16 dan 18. Sanggama yang dilakukan tiap hari tidak dianjurkan karena sperma yang keluar adalah sperma muda yang kemampuan membuahinya masih sangat kecil. Jika masa subur seorang wanita hanya berkisar 12-24 jam saja, lain halnya dengan sperma yang masih mampu bertahan hidup selama 2-3 hari.

Masa subur juga ditandai dengan keluarnya lendir berwarna bening dari vagina, vagina terasa basah, ada peningkatan dorongan seksual dan peningkatan suhu basal tubuh.

Seperti yang sudah diposting di tulisan sebelumnya bahwa setelah ovulasi, tubuh akan memproduksi hormon progesteron. Nah, progesteron ini akan menyebabkan kenaikan suhu tubuh wanita 0.3-0.5oC. Pengukuran suhu badan ini sebaiknya dilakukan beberapa saat setelah bangun tidur dan sebelum beraktivitas.

Sedangkan untuk pria, sperma akan mencapai pertumbuhan optimal dalam waktu 2-3 hari semenjak proses pematangan sperma. Oleh karenanya kemampuan sperma dalam membuahi sel telur akan lebih optimal jika sanggama dilakukan selang 2-3 hari

Tulisan yang terkait:
1. Tanda-tanda Kehamilan Yang Sering Terlewatkan
2. Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil
3. Tabel Perkiraan Jenis Kelamin Bayi

Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah satu titik pertanda seorang perempuan bukan lagi anak-anak. Secara biologis, minimal seorang anak gadis yang sudah mendapatkan menstruasi berarti organ reproduksinya telah mulai bekerja dan itu berarti dia sudah bisa hamil.
Lazimnya, menstruasi dialami seorang wanita setiap bulan sekali selama kurang lebih seminggu. Namun ini juga bervariasi dan tidak sama antara satu wanita dan wanita lainnya. Jarak waktu antara hari pertama menstruasi bulan ini hingga hari pertama menstruasi berikutnya disebut siklus menstruasi, dan normalnya antara 28-32 hari.
Jika Anda menginginkan kehamilan atau mencegah kehamilan, maka penting untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam tubuh Anda, tepatnya di organ-organ reproduksi agar bisa berhasil merencanakan kehamilan.

Yang jelas, dalam hal ini ada beberapa hormon yang ikut berperan serta:


- Hari pertama dihitung dari hari pertama menstruasi, saat itu kadar hormon estrogen rendah.
- Hipotalamus (ada di otak sebagai penanggung jawab produksi hormon) mengirimkan perintah untuk mengirim follicle stimulating hormone (FSH) yang mengatur folikel-folikel ovarium untuk mematangkan se-sel telur.
- Namun hanya satu folikel saja yang dominan, yang nantinya melepaskan sel telur yang sudah matang, sedangkan yang lainnya akan hancur.
- Setelah sel telur matang, hormon estrogen kembali naik. Si estrogen inilah yang menginformasikan pada hipotalamus bahwa sudah ada sel telur yang matang.
- Lantas hipotalamus akan mengirimkan luteinizing hormone (LH) yang membuat telur terdorong menembus dinding ovarium dan memulai perjalanannya ke tuba falopii. Sel telur rata-rata akan bertahan hidup selama 12-24 jam setelah meninggalkan ovarium. Inilah yang dinamakan ovulasi dan besar peluang terjadi kehamilan jika ada pembuahan sel telur oleh sperma.
- Folikel yang menjadi tempat matangnya ael telur tadi (disebut corpus luteum) akan memproduksi hormon progesterone yang menebalkan dinding rahim sebagai persiapan menyambut embrio hasil pembuahan.
- Jika ada pembuahan, progesterone akan terus diproduksi untuk mensupport kehamilan sampai tugasnya digantikan oleh plasenta.
- Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan larut dalam dinding rahim dan segera luruh dalam waktu 12-16 hari setelah ovulasi. Peluruhan dinding rahim beserta sel telur inilah yang disebut menstruasi.
- Siklus menstruasi mulai dari awal lagi.

Dari berbagai sumber
(Mohon maaf kalau ada yang keliru)

Rabu, 03 Agustus 2011

Puasa Saat Hamil/Menyusui, Why Not?

Ini hari kedua bulan Ramadhan 1432 Hijriyah. Jadi ingat bulan puasa tahun lalu saat sedang menyusui anak kedua, juga beberapa tahun sebelumnya saat sedang hamil anak pertama. Seharusnya saat-saat itulah kesempatan emas untuk bisa melaksanakan ibadah puasa satu bulan full, namun apa di kata, angan-angan untuk 30 hari berpuasa terpaksa “bolong”.
Tapi bagaimanapun juga hal itu harus sangat disyukuri, karena Tuhan memberi kekuatan untuk menjalani puasa selama hamil dan menyusui, walaupun pada akhirnya harus off 2-3 hari karena sakit.
Sebelumnya saya sempat juga mencari beberapa informasi mengenai kewajiban berpuasa seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui, ternyata memang bagi mereka berhak mendapatkan “privilege” untuk tidak berpuasa selama hamil dan menyusui demi kebaikan jabang bayi atau anak yang sedang disusui.
Tapi...ada tapinya nih, yang namanya kewajiban, walaupun dapat keringanan tetep aja ada kompensasinya. Nah untuk itu ada beberapa pendapat dari para ustadz.
Ada yang bilang cukup menggantinya dengan membayar fidyah (memberi makan orang miskin sebesar biaya makan kita sehari-hari dikalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan). Jadi kalau kita biasa makan sehari habisnya 20 ribu, maka fidyah yang harus dibayarkan kalau kita tidak puasa sebulan penuh adalah 20 ribu kali 30 atau 600 ribu. Fidyah memang keringanan yang diberikan bagi para orang tua atau orang sakit, dan hamil atau menyusui dianggap masuk kategori sakit.
Ada yang bilang puasa 30 hari tetap harus diganti dengan berpuasa juga. Soalnya hamil atau menyusui tidak dianggap sakit.
Nah pendapat ketiga ada yang mengatakan bahwa meninggalkan puasa karena hamil atau menyusui harus diganti keduanya, yakni berpuasa dan membayar fidyah. Ini disebabkan meninggalkan puasa karena mengkhawatirkan/menolong orang lain, yakni si calon bayi dan anak yang sedang disusui. Jadi misalnya, kita menolong orang yang tenggelam dan lantas terpaksa berbuka karenanya, kita wajib menggantinya selain dengan berpuasa juga dengan membayar fidyah. (Ini hasil ikut pengajian tahun lalu di rumah tetangga).
Well, bagi saya kompensasi yang harus dibayar agak berat juga, terutama yang bagian mengganti puasanya. Habisnya, saya kok nggak pede bisa mengganti 30 hari berpuasa seorang diri dalam jangka waktu 11 bulan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya (itu juga kalau umur saya nyampe segitu). Bagaimanapun juga, puasa di bulan Ramadhan lebih enak karena banyak temannya, godaan pun lebih sedikit, pendeknya suasana lebih kondusif lah.
Akhirnya, setelah berkonsultasi dengan dokter dan dinyatakan kuat untuk berpuasa, atas ijin Allah saya berhasil menjalani ibadah puasa dalam kondisi hamil 5 bulan dan menyusui bayi berusia 3 bulan. Alhamdulillah selama menjalani masa kehamilan tidak ada halangan yang berarti. Pun demikian dengan saat menyusui, saya masih tetap bisa memerah ASI di kantor dengan kuantitas yang tidak jauh berbeda dengan saat tidak berpuasa. Sehingga saya berhasil juga melewati masa ASI eksklusif untuk si kecil.
Tapi saya bukan satu-satunya orang yang diberi Allah kekuatan untuk menjalani puasa dalam kondisi hamil atau menyusui. Banyak juga kenalan, saudara dan teman sekantor yang menjalani hal yang sama. Malah ada juga yang sedang hamil muda, dengan frekuensi mual dan muntah yang cukup sering, ia tetap bisa melaksanakan ibadah rukun islam keempat ini 1 bulan penuh.
Ada juga yang sedang hamil tua menjelang detik-detik kelahiran, berhasil pula puasa penuh.
Sejujurnya sih, karena saya sudah pernah mengalami keduanya. Berpuasa saat menyusui berasa lebih berat dibanding saat berpuasa dalam kondisi hamil. Namun karena ada juga teman sekantor yang kebetulan juga sedang menyusui, jadi kami sama-sama saling memotivasi agar bisa berpuasa. Hasilnya, teman saya itu sukses puasa penuh, sedang saya sempat bolong di 2 hari terakhir.

Nah, berpuasa atau berbuka saat hamil atau menyusui memang sangat tergantung dari kekuatan masing-masing Ibu. Bagi para Ibu yang tetap bertekad untuk menjalankan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini, mungkin saran-saran di bawah ini bisa jadi masukan untuk menghadapi bulan Ramadhan hingga tiba hari kemenangan.

1. Niatkan untuk beribadah, insya Allah Dia akan memberikan kekuatan.
2. Tetap percaya diri bahwa Allah tetap akan memberikan rejeki pada jabang bayi atau bayi yang sedang disusui.
3. Pasrah saja jika ASI yang didapat tidak banyak, karena Allah telah menetapkan rejeki masing-masing makhlukNya. Mungkin saja hari itu Allah telah menetapkan rejeki bayi kita harus minum susu formula.
4. Ajak bicara si jabang bayi dalam kandungan atau bayi yang sedang disusui bahwa ibunya sedang berpuasa.
5. Atur jam makan agar tetap bisa makan dengan quantity yang sama dengan saat tidak puasa (jadi hanya geser jam makannya saja)
6. Kurangi kegiatan fisik agar tidak terlalu capek
7. Dan jangan lupa, hindari stress.

Nah Moms....mumpung sedang bulan baik, yuk kita cari pahala sebanyak-banyaknya dengan menunaikan ibadah puasa. Insya Allah, ini akan menjadi pondasi untuk mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah. Tapi kalau memang fisik tidak kuat, ya tidak perlu memaksakan diri. Karena Allah tidak akan memberatkan umatNya. (Wallahu ‘alam bissawab).

Mohon maaf lahir batin jika tulisan ini kurang berkenan.

Oya, foto ibu cantik di atas saya comot dari sini

Sabtu, 18 Juni 2011

Morning Sickness

Mual saat hamil muda lazim dialami oleh wanita yang sedang berbadan dua. Meskipun ada juga yang tidak mengalaminya,diperkirakan hanya 1 dari 4 wanita yang beruntung tidak mengalami mual atau yang sering disebut morning sickness. Disebut demikian karena umumnya rasa mual paling sering menyerang di pagi hari, walaupun ada juga yang mengalaminya sepanjang hari.

Hingga kini penyebabnya belum jelas, namun kecurigaan terarah pada perubahan kadar hormon pada wanita hamil. Saat hamil, terjadi kenaikan kadar hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotropin) yang berasal dari plasenta. Tugas hormon ini adalah menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur agar kehamilan sehat dan lancar. HCG akan meningkat jumlahnya pada trimester pertama dan kemudian turun setelah bulan keempat. Itulah mengapa mual muntah biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah memasuki trimester kedua.

Walaupun mual muntah adalah hal yang lumrah, namun ada juga ibu hamil yang mengalami mual muntah yang sangat parah, yang disebut hiperemesis gravidarum (HG). Tanda-tandanya:
1. Berat badan turun 2.5-5 kg atau lebih selama trimester pertama kehamilan.
2. Tidak dapat menelan makanan atau minuman apapun selama 24 jam.
3. Air kencing berwarna kuning sangat gelap, atau tidak kencing sama sekali selama 8 jam terakhir.
4. Muntah sangat sering hingga tiap 1 jam sekali atau lebih.
5. Selalu muntah saat makan.
Waspadalah jika menjumpai tanda-tanda di atas dan segera hubungi dokter. HG dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi lahir dengan berat badan sangat rendah.

Bahaya utama mual muntah adalah ibu kekurangan asupan nutrisi hingga berdampak buruk pada perkembangan janin. Solusinya adalah menyiasati pola makan Anda untuk mengurangi mual dan muntah. Cobalah tips-tips berikut ini:
1. Menghindari pemicu mual dan muntah (seperti makanan berbau tajam, Asap rokok, parfum yang berbau menyengat).
2. Mengkonsumsi suplemen yang dapat mengurangi mual, misalnya vitamin B6 dan kapsul/minuman jahe.
3. Makan apa saja yang diinginkan saat dirasa tubuh mampu menerima.
4. Jangan segera berbaring setelah makan.
5. Hindari banyak minum saat makan.
6. Makan sedikit-sedikit namun sering (tiap 2-3 jam).
7. Istirahat secukupnya.
8. Mensugesti diri sendiri, caranya: berdiri di depan cermin dan katakan kata-kata yang positif,misalnya: “Aku hamil dan aku bahagia”.

Saya sendiri sangat bersyukur mengalami mual saat hamil, karena itu pertanda ada kehidupan yang sedang dalam proses berkembang dalam tubuh saya. Jika tidak mual, saya malah jadi cemas sendiri karena takut tidak ada perkembangan dalam rahim saya. Sebagai informasi, saya memiliki 2 orang anak yang keduanya harus diawali dengan kuretase terlebih dahulu sebelum hamil lagi dan bertahan hingga lahir. Jadi pada kehamilan nomor 1 dan 3 saya harus dikuret, dan baru pada kehamilan nomor 2 dan 4 bisa survive hingga lahir. Dan memang pada kehamilan yang gagal, saya tidak mengalami mual sama sekali, dan ternyata janin saya tidak berkembang dan harus dikuret masing-masing pada usia 6 minggu dan 8 minggu. Oleh karenanya, saya sangat menikmati rasa mual muntah pada kehamilan berikutnya, karena bagi saya itu pertanda bahwa kehamilan saya baik-baik saja, sekalipun memang saya akui, kondisi mual muntah benar-benar membuat tidak nyaman.

Sumber: Baby Guide (Max Media)

Perlu dibaca juga:
Menghadapi Kehamilan Pertama
Memperkirakan Jenis Kelamin Bayi
Kenaikan Berat Badan Saat Hamil
Gambar diambil dari sini

Sabtu, 21 Mei 2011

Agar Bisa Cuti Hamil Dengan Tenang

Cuti hamil (maternity leave) umumnya berlangsung selama 2-3 bulan, namun tak jarang lo ada beberapa wanita yang masih harus menyelesaikan urusan kantor walaupun sedang masa cuti panjang. Alasannya tentu saja karena tuntutan profesionalisme dan loyalitas (pengalaman pribadi). Mungkin tidak terlalu masalah jika hanya perlu menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya sangat urgent dan tidak makan waktu terlalu banyak (misalnya menghadapi auditor dari lembaga independen), tapi jika setiap hari saat cuti hamil kita masih saja dihubungi kantor untuk urusan ini itu, berarti ada yang kurang kita persiapkan sebelum memasuki masa cuti.

Agar cuti hamil bisa dinikmati semaksimal mungkin, berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan:
1. Informasikan ke Atasan
Beritahukan atasan Anda begitu Anda dinyatakan positif hamil. Gunanya agar beliau juga turut memikirkan antisipasi dan menyiapkan strategi jika Anda meninggalkan posisi di tim selama 3 bulan. Mungkin saja ada beberapa jenis pekerjaan yang harus dilimpahkan pada atasan berkaitan dengan masalah wewenang, sehingga tidak bisa digantikan oleh bawahan Anda.

2. Delegasikan tugas dan tanggung jawab
Rekan kerja Anda sudah pasti harus menggantikan pekerjaan Anda selama masa cuti hamil. Untuk itu Anda juga harus memikirkan sejak awal masalah pendelegasian tugas dan tanggung jawab pada rekan atau bawahan Anda.

3. Buat checklist atau note sedetil mungkin
Checklist ini akan memudahkan rekan kerja Anda mengingat detil-detil pekerjaan yang bisa terlupakan jika hanya mengandalkan dokumen Instruksi Kerja atau Prosedur Kerja Standard. Letakkan checklist ini di tempat yang mudah terlihat dengan tampilan yang eye-catching.

4. Lakukan alih pengetahuan atau training sedini mungkin
Jika pekerjaan Anda bersifat teknis, lakukan training atau alih pengetahuan. Pastikan rekan kerja Anda sanggup mengerjakan pekerjaan Anda dengan baik sebelum Anda tinggalkan. Anda tentunya tidak ingin diganggu hanya untuk ditanya bagaimana cara menjalankan mesin ini atau bagaimana membuat dokumen itu itu kan?

5. Percaya Pada kekuatan tim
Mempercayai kekuatan tim akan membuat Anda menjalani cuti hamil dengan tenang.

6. Keep updated
Jangan menghindar jika ada telefon dari kantor. Dengan tidak menjawan telefon malah akan membuat Anda penasaran dan kepikiran apa yang sedang terjadi di kantor. Memang Anda sedang menikmati cuti, tapi bukan berarti Anda betul-betul menghilang dari peredaran kan? Mengetahui kabar-kabar terkini di perusahaan Anda akan membuat Anda lebih siap menghadapi akhir masa cuti melahirkan, minimal Anda tidak “blank” jika harus bekerja kembali.

Cuti hamil memang hak setiap karyawan wanita dan bayi yang ia lahirkan. Oleh karenanya persiapkan dari sejak awal untuk meminimalkan “gangguan” dari kantor selama masa cuti. Walau begitu, tetap in touch dengan kantor pun perlu juga, minimal agar kita tetap update isu-isu terkini.

Selamat menikmati masa cuti hamil dan melahirkan....

Sabtu, 14 Mei 2011

Tanda Awal Kehamilan

Tanda Awal Kehamilan Yang Terlewatkan

Pada saat Ibu saya mengandung anak ketiga, beliau tidak menyadari kehamilannya hingga menjelang keberangkatannya ke Mekah untuk berhaji. Sebelum itu, dengan alasan kecapean, beliau seringkali meminta saya dan adik saya untuk menginjak-injak punggungnya agar mengurangi rasa letih dan pegal. Untungnya tak ada masalah dengan kandungannya, sampai adik bungsu saya lahir di bulan Desember 1989.

Mungkin Ibu saya bukan satu-satunya wanita yang melewatkan tanda awal kehamilan, karena tak jarang tanda-tanda itu nyaris sama dengan tanda awal siklus menstruasi. Yakni: badan pegal serta nyeri punggung dan pinggul. Beberapa wanita bahkan tidak mencurigai kehamilan dirinya hingga waktunya terlambat datang bulan, yang mana merupakan tanda paling umum dari kehamilan

Memang benar bahwa cara untuk memastikan kehamilan adalah dengan melakukan tes kehamilan. Tapi sebenarnya ada gejala-gejala awal yang memberi tahu kita bahwa ada janin yang sedang mulai tumbuh berkembang di dalam rahim. Sinyal-sinyal ini bisa jadi tidak sama untuk tiap wanita atau tiap kehamilan pada wanita yang sama.

Tidak ada salahnya untuk lebih memperhatikan sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh tubuh kita agar kita lebih waspada jikalau memang telah terjadi pembuahan di dalam rahim. Berikut ini 2 tanda awal kehamilan yang bisa terjadi dan bahkan sebelum terlambat datang bulan.

1. Munculnya bercak darah
Munculnya bercak darah jalam jumlah yang sangat sedikit bisa muncul 6-12 hari setelah sel telur dibuahi. Di samping itu, Anda bisa juga menjumpai cairan berwarna putih susu yang tereksresi dari vagina. Ini berkaitan dengan proses penebalan dinding rahim. Keluarnya cairan ini bisa terus berlanjut selama masa kehamilan.

2. Kram perut
Rasanya mirip dengan kram saat menstruasi, sehingga banyak wanita mengira sebagai kram yang biasa terjadi di awal siklus datang bulan.

Waspadalah jika muncul 2 tanda seperti di atas, utamanya pada Anda yang memang tengah memprogram kehamilan.

Tanda awal kehamilan yang paling umum adalah terlambat datang bulan. Jika Anda terlambat menstruasi, bisa jadi Anda hamil dengan kemungkinan 30%, karena siklus haid juga dipengaruhi macam-macam faktor seperti stress dan kelelahan. Jika terlambat datang bulan disertai pusing, mual dan muntah, maka kemungkinan hamil naik menjadi 45%. Lanjutkan dengan test pack, jika positif maka Anda 99% hamil dan untuk memastikan kehamilan Anda, kunjungi dokter kandungan untuk di-USG.

Pada usia kehamilan yang masih sangat muda (kurang dari 4 minggu), bisa jadi kantung kehamilan masih belum nampak. Di atas usia kehamilan 4 minggu, dokter akan memastikan kehamilan Anda melalui penampakan kantung kehamilan atau bakal janin di dalam rahim Anda. Congratulation! You’re 100% pregnant. Artinya 8-9 bulan ke depan, hidup Anda akan diwarnai dengan hadirnya anggota keluarga baru.

Artikel terkait yang perlu dibaca juga:
1. Menghadapi Kehamilan Pertama
2. Memperkirakan Jenis Kelamin Bayi (buat iseng-iseng aja ya, jangan diseriusin)
3. Morning Sickness


Senin, 09 Mei 2011

Memperkirakan Jenis Kelamin Bayi





Teman saya mengirimkan tabel ini saat saya sedang mengandung anak pertama. Dari tabel itu terbaca kalau anak yang sedang saya kandung ini berjenis kelamin perempuan. Dan ternyata cocok. Anak pertama kami (Rosabrille), lahir dengan sehat dan selamat.

Saat merencanakan timing yang tepat untuk punya momongan lagi, iseng-iseng kami lihat lagi tabel tersebut dan memutuskan untuk mulai hamil lagi di tahun 2009 (saat usia saya 29 tahun), di mana peluang untuk mendapatkan anak laki-laki di tahun tersebut lumayan banyak.

Tapi kami sadar sepenuhnya bahwa wilayah itu merupakan wewenang penuh dari sang pencipta, tapi wong yang namanya juga ikhtiar, jadi kami pikir tidak ada salahnya dicoba. Sebenarnya bagi saya dan suami, tidak ada masalah punya anak laki atau perempuan, yang penting sehat. Hanya seperti kebanyakan pasangan suami istri lain, kami juga ingin memiliki sepasang anak. Boy and girl gitu.

Ternyata Allah menjawab usaha dan doa kami. Sekitar bulan Agustus 2009 saya dinyatakan positif hamil dan dari tabel, perkiraan kelamin anak kami adalah laki-laki. Eh, ternyata benar lagi loh...Kairo lahir pukul 3 dini hari melalui persalinan normal.

Walaupun tabel ini sudah terbukti 2 kali benar, saya yakin hadirnya anak laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pernikahan kami adalah murni hajatnya Allah...

Selamat mencoba dan memperkirakan jenis kelamin bayi Anda. Jangan lupa untuk terus memohon pada Yang Kuasa agar diberikan yang terbaik ya....

Rabu, 27 April 2011

Kenaikan Berat Badan Yang Ideal Selama Kehamilan

Banyak Ibu-Ibu mengeluhkan kelebihan berat badannya setelah melahirkan. Menurut penelitian, ada 2 faktor yang menyebabkan hal itu terjadi:
1. Karena sebelum hamil, berat badannya sudah berlebih
2. Karena selama kehamilan mengalami kenaikan berat badan yang lebih dari yang disarankan.
Kenaikan berat badan yang berlebihan sangat tidak disarankan karena Ibu hamil beresiko terkena sakit punggung, kaki varises, keletihan berlebih, bahkan bisa juga terkena diabetes, hipertensi dan pre eklampsia.
Kegemukan juga meningkatkan resiko keguguran dan komplikasi saat melahirkan. Ditambah lagi resiko melahirkan bayi dengan BB overweight (>4,5 kg) yang menyebabkan proses persalinan lama dan komplikasi.

Sebelum Anda merencanakan dan mengatur kenaikan BB selama hamil, ada baiknya Anda hitung dulu Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus sebagai berikut:

IMT = Berat Badan (kg)/Tinggi Badan (m2)

Jadi, jika berat badan Anda adalah 45 kg dan tinggi 150 cm, maka IMT Anda adalah:

IMT = 45 / (1.5 x 1.5) = 20

Berikutnya, cek pada tabel di bawah ini kenaikan berat badan yang disarankan selama hamil:
Mengatur kenaikan BB selama hamil sangat penting agar setelah melahirkan tidak ada kelebihan berat badan yang “tersisa”. Hal ini akan mengakibatkan BB sulit dikembalikan ke BB semula sebelum hamil.

Sumber: Baby Guide

Perubahan Pada Tubuh Ibu Hamil

Walau bahagia menyambut kehadiran buah hati, tentunya timbul perasaan was was, terutama jika Anda mulai menyadari perubahan-perubahan yang mungkin Anda alami pada tubuh selama kehamilan. Apa saja perubahan-perubahan itu, langsung simak saja uraian berikut:
1. Perubahan payudara
Saat hamil, payudara Anda akan melunak, putting susu menjadi lebih gelap dan lebih peka. Pembesaran payudara pun mulai terjadi hingga Anda butuh ukuran bra yang lebih besar dan kuat. Itu tandanya kelenjar susu mulai giat berproduksi.

2. Perubahan kerja jantung dan paru
Jantung ibu hamil akan bekerja lebih keras untuk menyuplai kebutuhan darah yang meningkat. Selain itu, efek tekanan rahim pada paru-paru akan membuat Ibu hamil sesak nafas dan cepat lelah.

3. Perubahan kulit dan rambut
Jangan malas untuk merawat kulit dan rambut selama hamil, karena perubahan hormon akan membuat perubahan pada keduanya. Rambut dan kulit bisa jadi lebih berminyak atau lebih kering dibanding sebelum hamil.

4. Perubahan emosi
Wajar jika timbul perasaan tidak menentu pada Ibu hamil, terkadang bisa timbul perasaan sedih, gembira, kesal dan lain-lain. Jika tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan depresi atau stress pada Ibu hamil. Ini nantinya dapat berpengaruh pada janin, terutama akan menghambat perkembangan berbahasanya kelak.

5. Perubahan mulut
Ibu hamil seringkali mengalami pembengkakan gusi, terjadinya karang gigi dan gusi mudah berdarah. Bahkan bisa juga terjadi lubang ada gigi.

6. Perubahan air seni
Pembesaran rahim dan janin yang menekan kandung kemih menyebabkan frekuensi buang air kecil ibu hamil semakin sering. Ini bisa terjadi baik siang maupun malam hari.

7. Pembengkakan kai dan tangan
Akibat penimbunan volume darah yang meningkat karena pertumbuhan janin nisa menyebabkan kaki menjadi bengkak, bisa juga menimbulkan varises. Biasanya ukuran sepatu akan lebih besar pula.

8. Wasir
Wasir kerap membesar pada kehamilan dan semakin parah sesudah melahirkan. Untuk menghindarinya, hindari mengejan keras-keras saat buang air dan konsumsi makanan berserat agar tidak timbul sembelit.

Banyak atau sedikit, perubahan pada tubuh Anda pasti terjadi selama kehamilan. Terkadang perubahan itu membuat Anda tidak nyaman. Tinggal bagaimana Anda menghadapi perubahan itu dengan santai agar Anda bisa melewatkan masa 9 bulan yang menakjubkan itu dengan gembira. Karena kegembiraan selama kehamilan akan membawa kegembiraan pula pada calon bayi Anda kelak.

Sumber: Baby Guide

Rabu, 13 April 2011

Tips Membuat Kehamilan Jadi Menyenangkan

Selamat! Akhirnya Anda dinyatakan hamil. Bagi kebanyakan orang, positif hamil merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu semenjak dimulainya ikatan pernikahan.

Kini saatnya Anda memulai masa 9 bulan yang menakjubkan. Bayangan akan hadirnya anggota baru keluarga dalam 9 bulan ke depan pasti akan membuat Anda dan seluruh anggota keluarga bergembira.

Hanya saja, terkadang masa kehamilan bisa saja menjadi masa yang tidak menyenangkan karena tubuh Anda mau tidak mau akan mengalami perubahan. Jika mental Anda tidak siap, maka Anda akan merasa berat menjalani masa kehamilan. Berikut ini beberapa tips agar masa kehamilan Anda menyenangkan:
1. Mendekatkan diri pada Allah
Perubahan yang terjadi bisa jadi membuat Anda stress. Anda yang tadinya mobile, kini harus mengerem segala aktivitas. Mungkin Anda tadinya seorang wanita karir yang memutuskan berhenti dari pekerjaan demi menyambut kehadiran si kecil. Semua itu bisa saja membuat Anda stres dan merasa ada yang hilang. Mendekatkan diri pada Allah akan membantu Anda berdamai dengan segala perubahan dan bisa menyikapi segala perubahan dengan lebih menyenangkan.

2. Mengingat bahwa hamil adalah anugerah
Ingatlah bahwa kehamilan Anda adalah karunia yang luar biasa, tidak semua wanita bisa diberikan kesempatan untuk memelihara kehidupan dalam rahimnya selama 40 minggu. Tidak ada anugerah dari Tuhan yang malah menyusahkan umatnya. Apapun kondisi Anda saat hamil, entah itu mual atau bengkak di mana-mana, anggaplah itu sebagai pertanda bahwa Anda adalah wanita pilihan yang diberi keistimewaan.

3. Hamil = sexy
Bentuk tubuh Anda tidak lagi langsing. Itu sudah pasti. Tapi jangan pernah berpikir bahwa Anda kini menjadi tidak menarik. Justru perut yang buncit, pipi yang tembem malah membuat Anda semakin sexy dari sebelumnya. Anda beruntung karena kini telah banyak busana hamil dengan desain modern dan unik, sehingga Anda tetap bisa tampil atraktif walaupun dengan perut membuncit.

4. Hamil = makan time
Selama kehamilan, Anda dilarang keras berdiet (kecuali jika sebelumnya Anda mengalami obesitas atau terkena diabetes). Jadi mumpung sedang hamil, Anda tak perlu merasa bersalah jika menikmati makanan atau kudapan dengan porsi yang agak ekstra dibanding biasanya.

5. Mencari alternatif kegiatan
Jika sebelum hamil Anda termasuk wanita yang banyak melakukan gerakan fisik yang ekstrim, kini saatnya Anda rehat sejenak dan mencari alternatif kegiatan lain untuk menggantikan rutinitas Anda sebelumnya. Mencoba hal baru bisa menjadi sangat menyenangkan. Cobalah memasak, membuat kue, merajut, menulis, menata puzzle, merangkai bunga atau kegiatan apapun yang tidak memerlukan gerak fisik yang berlebihan. Kelelahan akan membuat Anda mudah marah yang nantinya akan berpengaruh pada si jabang bayi.

6. Mempersiapkan nama
Mencari nama merupakan hal yang paling menyenangkan. Sebaiknya jangan tanyakan jenis kelamin bayi Anda pada dokter kandungan, sehingga biarkan itu menjadi kejutan. Kini, Anda harus persiapkan baik nama laki-laki maupun perempuan sehingga saat si dia lahir, Anda tidak perlu lagi kebingungan mencari nama.

7. Belanja perlengkapan bayi
Mengisi kamar dengan perabot dan perlengkapan bayi bisa jadi menyenangkan. Anda pun tidak jenuh karena kini wajah rumah Anda berubah. Percayalah, pernak-pernak bayi yang lucu dengan warna-warni yang ceria akan membuat mood Anda berubah dan semakin excited menanti saat perjumpaan pertama dengannya.

Kehamilan Anda adalah anugerah yang tiada tara. Selamat menjalani masa kehamilan yang menyenangkan.... Ingat lo...not every woman can be pregnant, so enjoy your pregnancy 
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, hanya nisankah yang akan kita tinggalkan? (Papa/H. Slamet Sulaiman)