Tampilkan postingan dengan label Persalinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persalinan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

5 Tanda Waktu Persalinan Semakin Dekat


Berikut ini tanda-tanda saat persalinan semakin dekat:

1. Bayi turun
Beberapa minggu sebelum persalinan, kepala bayi akan masuk ke dalam rongga panggul. Ini yang disebut bayi turun dan Anda akan merasakan lightening. Jika sebelumnya bernafas terasa sesak karena tertekan janin, maka pada saat bayi turun bernafas akan terasa lebih mudah karena tekanan di paru-pary berkurang, tetapi panggul terasa berat.

2. Kontraksi
Kontraksi adalah pertanda umum yang mengawali proses persalinan, namun banyak ibu-ibu yang tertipu dengan kontraksi palsu (Braxton Hiks) yang juga kerap muncul di minggu-minggu terakhir kehamilan. Untuk membedakannya perhatikan polanya. Kontraksi palsu tidak nyeri, tidak teratur dan biasanya akan hilang.
Sebaliknya intensitas kontraksi persalinan semakin meningkat menjelang persalinan. Semakin lama semakin sering dan semakin kuat. Mulanya berlangsung selama 30 menit tiap 15-20 menit. Kemudian bertambah meningkat menjadi 30-90 detik dengan selang 3-5 menit.

3. Bercak darah
Selama kehamilan, leher rahim tertutup oleh lendir untuk menghindari bayi dari infeksi. Semakin mendekati persalinan, leher rahim membuka dan menipis agar bisa dilewati kepala bayi. Lendir bercampur darah pun keluar akibat terputusnya pembuluh darah saat pembukaan leher rahim. Persalinan bisa terjadi dalam hitungan jam atau hari.

4. Kantung ketuban pecah
Keluarnya cairan dari vagina secara tiba-tiba dalam jumlah banyak menandakan kantung vagina telah robek dan pecah. Ini biasanya membuat panik. Segeralah ke rumah sakit atau bidan. 80% ibu mengalami persalinan dalam 12 jam setelah air ketuban pecah.

5. Sakit punggung
Kondisi sakit punggung biasa dialami selama masa kehamilan. Namun jika intensitasnya meningkat, itu tandanya Anda mengalami back labor. Normalnya saat bayi turun menuju jalan lahir, wajahnya menekan tulang belakang hingga menyebabkan nyeri. Nyeri ini bisa dirasakan di bagian perut namun lebih dominan di daerah punggung.

Sumber: Baby Guide (Max Media)

Sepertinya yang ini harus dibaca juga: Detik-detik Kelahiran Bayi

Gambar diambil dari sini

Jumat, 17 Juni 2011

Detik-detik Kelahiran Bayi


Setiap mengunjungi teman yang baru saja punya bayi, saya paling senang kalau teman saya itu menceritakan detik-detik proses persalinannya, terutama yang persalinan normal. Karena selalu saja ada hal-hal yang unik dari tiap proses kelahiran bayi, makanya tiap detik proses persalinan adalah momen yang berharga dan tidak akan mudah terlupakan.

Sebenarnya apa sih yang terjadi dan kita rasakan ketika tiba waktunya sang jabang bayi hendak melihat dunia untuk pertama kalinya?

Proses persalinan terbagi menjadi 3 fase. Diawali dengan proses penipisan leher rahim (serviks), disusul dengan proses keluarnya bayi melalui jalan lahir (vagina) diakhiri dengan keluarnya plasenta. Kita bahas satu per satu yuk:

1. Tahap pertama: Penipisan Leher Rahim
Proses ini berlangsung antara 7-14 jam dan terbagi dalam 3 fase, yaitu:
Fase awal: mulai dari bukaan 0 sampai 3, diawali dengan munculnya kontraksi.
Proses ini berjalan secara bertahap kurang lebih selama 8 jam.
Fase aktif: pembukaan mulai dari 3 hingga 9. Kontraksi akan berlangsung lebih lama, lebih kuat dan lebih sering. Proses ini rata-rata berlangsung selama 3-6 jam.
Fase transisi: bisa selesai dalam 20 menit hingga 2 jam saat leher rahim telah terbuka penuh 10 cm.
Saat seluruh bukaan telah atau hampir lengkap, ketuban akan pecah, tapi tak jarang juga ketuban harus dipecahkan. Waspada jika ketuban pecah sebelum waktunya.
Saya sendiri tidak pernah mengalami tahapan pertama secara normal. Dua kali melahirkan saya harus dibantu dengan induksi karena kontraksi tak kunjung saya rasakan sekalipun sudah lewat masa 1 minggu dari perkiraan kelahiran. Dengan diinduksi, saya langsung melompat ke fase aktif, di mana kontraksi yang saya rasakan sangat lama dengan intensitas yang sangat kuat dengan jeda antar kontraksi sangat pendek (kurang dari 1 menit). Hanya saja, proses bukaan dari 0 hingga 10 cm berlangsung cukup singkat, 3 jam untuk kelahiran anak pertama dan 5 jam untuk anak kedua.
Di fase ini, biasanya Anda akan merasakan nyeri yang melingkar mulai dari perut, pinggul hingga punggung. Demikian juga yang saya rasakan waktu kelahiran anak pertama. Waktu anak kedua, selain nyeri di perut, pinggul dan punggung, saya juga merasakan pegal yang luar biasa di daerah pantat, paha dan betis.

2. Tahap Kedua: Keluarnya bayi melalui jalan lahir
Segera setelah jalan lahir terbuka penuh, akan timbul dorongan untuk mengejan dan terus terjadi kontraksi. Prosesnya rata-rata berlangsung 1.5-2 jam pada kelahiran pertama dan biasanya lebih cepat untuk kelahiran berikutnya.
Di sini Anda akan merasa seperti akan buang air besar karena ada tekanan yang besar di daerah anus. Rasa ini bahkan muncul saat bukaan belum penuh. Bidan melarang saya untuk mengejan jika belum bukaan 10 untuk menghindari bengkaknya vagina. Nah, untuk mengurangi dan mengendalikan rasa sakit, bidan akan menyarankan untuk menghirup nafas dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut tiap kali timbul kontraksi dan dorongan untuk mengejan.
Saat kepala bayi sudah terlihat, Anda akan diminta untuk mulai mendorong. Akhirnya dengan satu dorongan terakhir, bayi Anda terlahir di dunia.
Karena sudah kelelahan menahan sakit, saya jadi lupa segala teori mengejan yang saya pelajari saat mengikuti senam hamil. Menurut bidan, tehnik mengejan saya salah karena saya mengejan dari leher. Mungkin itu sebabnya, salah satu bidan membantu mendorong perut saya agar bayi mudah dilahirkan.
Saat kepala bayi keluar, walaupun rasanya seperti tersengat, Anda akan merasakan sensasi yang aneh. Antara nikmat dan lega. (Perasaan ini yang membuat saya ketagihan pingin hamil lagi). Detik Anda melihat si jabang bayi, sekejap itu pula rasa sakit yang dirasakan saat kontraksi beberapa jam lalu musnah sudah.

3. Tahap Ketiga: Keluarnya Plasenta
Tahapan terakhir adalah keluarnya plasenta. Umumnya plasenta akan keluar sendiri dalam waktu 6-15 menit setelah bayi lahir atau juga dengan penarikan tali pusat yang terkendali.

Pada umumnya proses kelahiran anak pertama akan berlangsung lebih lama dibanding proses kelahiran berikutnya.
Namun pada saya malah sebaliknya, mungkin karena saat kehamilan kedua, bayi saya terlilit tali pusar sehingga proses kelahirannya agak sulit walaupun sudah bukaan 10.
Tapi keduanya tetap berkesan, ditambah lagi saya dibantu oleh dokter yang berbeda di rumah sakit yang berbeda pula.
Walaupun detik-detik kelahiran anak-anak kami tidak sempat dilihat melalui lensa kamera, namun ingatan akan saat-saat melahirkan senantiasa lekat dalam memori. Karena saat-saat itulah saat yang paling berharga dalam hidup saya. Saat Tuhan menganugerahkan kehidupan baru dalam pernikahan kami dengan kehadiran bayi yang sehat dan lucu. Sungguh rasa syukur kami tak terkira...

Sumber: Baby Guide (Max Media) dan pengalaman pribadi.

Sebaiknya baca juga yang ini: Tanda-tanda Kelahiran Semakin Dekat

Gambar diambil dari sini
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, hanya nisankah yang akan kita tinggalkan? (Papa/H. Slamet Sulaiman)